Thursday, May 18, 2006

Diet Kalori Memperpanjang Umur?

Diet Kalori Memperpanjang Umur?

Jakarta, Kamis


Kirim Teman | Print Artikel


Untuk memperpanjang usia hidup, jangan makan terlalu banyak mungkin menjadi saran yang patut dipertimbangkan. Meskipun belum dapat dipastikan, penurunan aktivitas hormon pertumbuhan mungkin menjadi kuncinya panjang umur.

Dugaan ini muncul setelah Andrezej Bartke dan koleganya di Southern Illinois University, Springfields, AS melakukan percobaan terhadap tikus normal dan tikus yang dimutasi agar hormon pertumbuhannya tidak aktif. Setengah dari kedua kelompok tikus diberi makanan sesuai keinginannya. Sedangkan, setengah tikus lainnya diberi makanan yang mengandung kalori 30 persen lebih rendah.

Sesuai dugaan, tikus-tikus normal, yang mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori 30 persen lebih rendah, hidup lebih lama. Tikus-tikus tersebut bertahan antara 20 hingga 30 persen lebih lama daripada tikus normal yang banyak mengonsumsi makanan.

Begitu pula dengan tikus yang dimodifikasi sehingga tidak memiliki reseptor hormon pertumbuhan. Tikus-tikus yang diberi makan berkalori rendah dapat hidup lebih lama daripada yang mengonsumsi makanan dengan bebas.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa pembatasan kalori juga menyebabkan efek yang melemahkan hormon pertumbuhan. Meskipun demikian, jika kedua cara dilakukan bersama-sama, bukan berarti menyebabkan umur jauh lebih panjang.

Tikus mutasi yang menjalani diet kalori memiliki usia yang hampir sama dengan tikus normal yang juga melakukannya. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences.

"Kerja hormon pertumbuhan tentu ada hubungannya dengan pembatasan kalori dan bertambahnya usia," kata Bartke. Insulin mungkin ikut berperan di sini.

Sebab, kedua kelompok tikus yang memiliki usia panjang sama-sama lebih sensitif terhadap insulin. Kekurangan insulin merupakan faktor risiko penyebab beberapa masalah kesehatan, misalnya diabetes, atherosklerosis, dan kanker. Kecenderungan sebaliknya itulah yang mungkin justru menguntungkan.


Sumber: NewScientist.com
Penulis: Wah

Thursday, May 11, 2006

JENIS BAHAN BAKU BIODIESEL

BUMN Harus Manfaatkan Bahan Bakar Nabati
Jakarta, Kamis

Kirim Teman Print Artikel
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta lebih hemat energi dengan memanfaatkan sebesar-besarnya bahan bakar nabati (biofuel) sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Permintaan ini disampaikan Menteri Negara BUMN, Sugiharto di Jakarta, Rabu (10/5).
"Jangan lagi mudah menaik-naikkan tarif; Karena dengan menaikkan tarif, social political cost-nya sangat tinggi," kata Sugiharto dalam sambutannya pada acara penandatanganan naskah nota kesepahaman (MOU) antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan sejumlah BUMN. BPPT segera melakukan kerja sama pengkajian dan penerapan teknologi minyak nabati sebagai bahan bakar alternatif di PT PLN, PT Perkebunan Nusantara VII, PT Pindad dan PT Kereta Api Indonesia.
Kerja sama dengan PLN lebih pada uji coba pemanfaatan biodiesel di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dimiliki PLN. Kerja sama dengan PT KAI lebih pada pemanfaatan biodiesel pada lokomotif kereta api diesel dan mesin pembangkit listrik PT KAI.
Sedangkan, kerja sama dengan PT Pindad dan PT Perkebunan Nusantara VII lebih pada kerja sama pengembangan sumber daya manusia dalam biofuel dan teknologi penyulingan minyak sawit sebagai energi alternatif.
Salah satu keuntungan penghematan BBM dengan bahan bakar nabati adalah menekan beban masyarakat. Sugiharto mencontohkan, PLN bisa memilih cara menghilangkan biaya yang tidak efisien dengan mengganti penggunaan BBM yang saat ini harganya terus meroket dengan energi alternatif yang lebih murah.
Dengan demikian, PLN sebagai BUMN terbesar dengan aset lebih dari Rp 220 triliun tidak perlu melakukan penyesuaian Tarif Dasar Listrik (TDL) dalam jangka panjang. Kebijakan menaikkan harga TDL hanya akan menambah beban masyarakat mengingat kondisi daya belinya yang masih minim.
Sumber melimpah
"Sangatlah bagus jika Indonesia mulai meniru Brasil yang 95 persen kendaraan di negaranya sudah memanfaatkan minyak nabati untuk digunakan bersama BBM, apalagi Indonesia juga seperti Brasil yang keduanya memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi," ujar Sugiharto.
Menurutnya, Indonesia memiliki 11 juta metrik ton Crude Palm Oil (CPO) yang sebagiannya bisa digunakan untuk energi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada BBM. Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Pertamina sebagai BUMN nomor dua terbesar yang asetnya mencapai Rp120 triliun juga segera melakukan kerja sama pemanfaatan biofuel.
Sementara itu, Kepala BPPT Said Djauharsjah Jenie, mengatakan, kerja sama dengan berbagai BUMN menunjukkan komitmen pemerintah untuk lebih banyak melakukan efisiensi energi yang di antaranya mulai menggantikan BBM dengan energi alternatif.
"Saat ini, BPPT sedang mengkaji semua bahan baku nabati yang bisa dimanfaatkan sebagai biofuel dan kami optimis pasokan ke depan akan terjamin. Untuk saat ini BPPT telah memproduksi 1.500 liter biofuel per hari," katanya. Setidaknya terdapat 60 jenis tanaman yang potensial menjadi sumber energi alternatif pengganti BBM.
"Dari mulai CPO (crude palm oil atau minyak sawit mentah), jarak pagar, singkong, sagu, tebu, sampai buah ’nyamplung’ (kosambi) bisa dimanfaatkan sebagai pengganti BBM," kata Menristek Kusmayanto Kadiman saat Peluncuran Pemakaian Bahan Bakar Nabati secara langsung (Pure Plant Oil/PPO) sebagai Bahan Bakar Alternatif oleh BPPT sehari sebelumnya. Menurutnya, BPPT sedang mengkaji bahan baku mana yang palign efisien untuk dikembangkan.
Sumber:
Ant
Penulis:
Wah

Tuesday, April 04, 2006

Lensa Elektronik Dapat Diatur Fokusnya

Lensa Elektronik Dapat Diatur Fokusnya
Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
Ist
Kristal cair dapat dijadikan lensa yang dapat diatur fokusnya dengan mengubah tegangan elektroda-elektroda yang dihubungkan dengannya

Lensa alami yang terdapat di mata berguna untuk mengarahkan cahaya agar selalu fokus di retina yang terletak di bagian belakang bola mata. Jika mata tidak dapat melakukannya dengan baik, kacamata digunakan untuk membantu proses pembiasan tersebut.
Namun, seberapa baik atau kuat lensa melakukan pembiasan tergantung pada ketebalan dan kecekungannya. Bahkan beberapa orang yang telah mengalami gangguan penglihatan harus menggunakan lensa bifokal. Hadirnya dua lensa dalam satu kacamata ini dibutuhkan untuk menyesuaikan kebutuhan melihat, jarak jauh atau jarak dekat.
Pengguna kacamata bifokal yang mengubah pandangannya dari jarak dekat ke jarak jauh akan mengalami perubahan yang kadang-kadang mengganggu. Selain itu, apabila kemampuan mata menurun, diperlukan lensa baru untuk menyesuaikan.
Baru-baru ini, Guaqiang Li dan Nasser Payghambarian dari Universitas Arizona, AS berusaha mengatasi kelemahan-kelemahan lensa konvensional dengan memperkenalkan lensa elektronik. Lensa ini dapat diatur fokusnya dan memiliki bentuk yang mendatar. Sebab, lensa tersebut pada dasarnya adalah sebuah lapisan kristal cair yang diletakkan di antara dua lapisan kaca tipis.
Di bagian permukaan dalam kaca diletakkan elektroda-elektroda transparan yang disusun melingkar dari luar ke dalam seperti bentuk target panahan. Dengan mengatur tegangan listrik di setiap elektroda, mereka dapat mengubah sifat-sifat kristal sehingga menghasilkan fokus yang diinginkan.
Perubahan tegangan di salah satu elektroda akan mengubah kecepatan cahaya menembus lensa. Oleh karena itu, cahaya yang melalui lingkaran-lingkaran yang berbeda dapat disesuaikan satu sama lain. Artinya, kaca dan kristal cair dapat bekerja sebagai lensa. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam Proceedings of National Academy of Sciences.
Sebuah lensa yang dapat diubah-ubah fokusnya mungkin suatu saat dapat menggantikan lensa bifokal (fokus ganda) yang dipakai sekarang. "Teknologi ini dapat dikombinasikan dengan lensa standar agar salah satu lensa bisa dikuatkan fokusnya ketika sumber listriknya aktif," kata Li. Selain itu, lanjut Li, pengguna lensa ganda tidak perlu mengalami perubahan mendadak saat melihat jarak jauh ke dekat atau sebaliknya.
Suatu ketika, teknologi ini mungkin dapat dikembangkan untuk membuat lensa yang ditanam di mata.
Sumber:
Science/bbc.co.uk
Penulis:
Wah

Mengapa Laba-laba Tidak Memuntir Saat Menggantung?

Mengapa Laba-laba Tidak Memuntir Saat Menggantung?
Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Laba-laba tetap kokoh di ujung benangnya yang anti-puntir.

Laba-laba begitu cekatan meluncur dari sarangnya dengan sehelai benang sutera yang dihasilkan tubuhnya sendiri. Saking gesitnya, hewan berkaki delapan tersebut hampir tidak pernah memuntir saat badannya menggantung pada benang tersebut.
Mengapa demikian? Setelah diteliti, benang tipis yang terkenal sangat kuat itu ternyata mengandung struktur molekul yang stabil sehingga tidak mudah memuntir.
Untuk mengukur kekuatannya, para peneliti mencoba menggantungkan sebuah benda yang beratnya sama dengan berat tubuh laba-laba jenis Araneau diadematus. Mereka memuntir benda yang digantung di ujung benang sekitar 90 derajat lalu melepaskannya.
Kemudian diukur berapa lama benda tersebut kembali ke posisi semula. Hal tersebut dilakukan juga menggunakan jenis benang yang berbeda-beda.
Salah satu jenis benang yang digunakan adalah serat Kevlar. Meskipun dapat digunakan untuk membuat rompi antipeluru, benang jenis ini tidak punya kemampuan menahan puntiran.
Sedangkan benang lembut dari bahan tembaga metalik dapat menahan puntiran dengan baik. Benda yang digantung hampir tidak memuntir setelah diputar. Namun, benang tembaga menjadi rapuh setelah dipuntir beberapa kali.
Urusan tidak memuntir, benang laba-laba ternyata bahan yang paling baik. Benang yang dihasilkan spesies A. diadematus itu tidak memuntir sebaik serat tembaga, namun jauh lebih kuat.
Pengamatan di bawah mikroskop menunjukkan bahwa konfigurasi molekul benang laba-laba dapat membentuk memori. Artinya, benang dapat benar-benar kembali ke bentuk semula ketika mengalami perubahan karena bergerak atau menekuk.
Sifat-sifat ini menguntungkan bagi laba-laba. Puntiran benang dapat memicu ayunan yang menghambat gerakan laba-laba saat menangkap mangsa atau menghindari musuhnya. "Laba-laba sebaiknya tidak berayun saat turun karena pada saat itulah ia lebih mudah diserang predator," kata penelitinya Olivier Emile dari Universitas Rennes, Prancis.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

Rahasia Otak Anak Cerdas

Rahasia Otak Anak Cerdas
Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Bagian perfrontal cortex otak anak cerdas lebih cepat menebal dan tahan lama.

Anak yang cerdas tidak membutuhkan otak lebih besar dari kawan-kawannya. Tapi, bagian otaknya yang mengatur cara berpikirnya lebih berkembang saat beranjak dewasa.
Saat anak-anak tumbuh, lapisan terluar otak yang disebut cortex menebal dan menipis seiring bertambahnya neuron-neuron yang terbentuk. Yang tidak diperlukan akan mati agar otaknya efisien.
Lapisan cortex pada anak-anak yang memiliki IQ tinggi lebih cepat menebal dan lebih tahan lama dibandingkan anak-anak lain dengan kecerdasan rata-rata. Hasil penelitian dengan teknik pemindaian otak ini dilaporkan dalam jurnal Nature edisi 30 Maret.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati otak dari 307 anak menggunakan magnetic resonance imaging (MRI). Pengamatan dilakukan di beberapa area otak sepanjang masa perkembangan anak-anak antara usia 6 hingga 20 tahun. Hampir semuanya diamati dua kali dengan selang waktu sekitar dua tahun.
Pengukuran tingkat kecerdasannya dilakukan dengan tes IQ Wechsler melalui materi ujian pengetahuan verbal dan non-verbal serta pola pikir. Mereka dipilah-pilah berdasarkan nilai yang diperoleh dalam kelompok superior (dengan nilai 121 hingga 145), tinggi (109 hingga 120), dan rata-rata (83 hingga 108).
Hasil pemindaian menujukkan, lapisan cortex pada anak yang paling cerdas pada usia 7 tahun, misalnya, tidak kunjung menipis hingga usia 12 tahun. Padahal, menipisnya cortex pada anak-anak dengan IQ rata-rata umumnya mencapai puncaknya pada usia 8 tahun dan akan terus terjadi sedikit demi sedikit sesudahnya.
Lapisan cortex pada anak-anak yang cerdas juga menipis dengan cepat pada usia remaja. Menurut para peneliti, kecenderungan ini menggambarkan perkembangan rangkaian otak dalam jangka panjang.
"Hal tersebut mungkin terjadi untuk mengesampingkan koneksi informasi yang tidak dibutuhkan otak agar efisien," kata pimpinan penelitiannya Philip Shaw dari National Institute of Mental Health (NIMH).
"Orang yang cerdas cenderung memiliki cortex yang cerdas juga," kata Shaw.
"Bagian otak yang paling berbeda perubahannya adalah pengatur cara berpikir kompleks," kata Shaw menambahkan.
Perubahan yang berbeda banyak terlihat di daerah prefrontal cortex. Area ini berfungsi mengatur cara berpikir dan fungsi kognitif tingkat tinggi lainnya.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

Monday, April 03, 2006

Penggunaan Ponsel Meningkatkan Resiko Tumor Otak

Penggunaan Ponsel Meningkatkan Resiko Tumor Otak
Stockholm, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist
Penelitian terbaru di Swedia menyimpulkan bahwa ada hubungan antara penggunaan ponsel dengan resiko meningkatnya tumor otak
Berita Terkait:
Ponsel Tidak Meningkatkan Risiko Kanker Otak
Ponsel Bisa Tingkatkan Risiko Tumor
Ponsel Lama Sebabkan Kanker Otak?
Walau masih menjadi perdebatan sengit, namun penelitian terbaru di Swedia menyatakan bahwa penggunaan telepon selular (ponsel) dalam waktu lama bisa meningkatkan resiko munculnya tumor otak.
Tahun lalu, Dutch Health Council, dalam suatu telaah terhadap berbagai riset di seluruh dunia, tidak menemukan bukti adanya bahaya yang ditimbulkan radiasi ponsel atau pemancar televisi. Sedangkan survey selama empat tahun dari Inggris yang diumumkan Januari lalu menyatakan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dengan tumor-tumor yang paling sering muncul. Meski begitu, para peneliti dari Institut Nasional Swedia mengatakan, mereka telah meneliti penggunaan ponsel pada 905 orang berusia antara 20 dan 80 yang didiagnosa memiliki tumor otak, dan menemukan hubungan keduanya.
"Secara keseluruhan, 85 dari 905 kasus ini berkaitan dengan penggunaan ponsel dalam waktu lama," demikian ditulis dalam laporan penelitian. "Study juga menunjukkan bahwa peningkatan resiko ini lebih terlihat pada sisi kepala yang sering dipakai untuk menelpon."
Kjell Mild, pimpinan penelitian, berdasarkan studynya menyimpulkan, pengguna berat ponsel, seperti orang-orang yang melakukan panggilan telpon hingga 2.000 jam dalam hidupnya, memiliki peningkatan resiko tumor hingga 240 persen di sisi otak yang dipakai menelpon.
"Salah satu cara untuk menekan resiko itu adalah dengan menggunakan handsfree," katanya.
Perlu dijadikan catatan di sini bahwa berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan ponsel bisa meningkatkan resiko kanker. Namun hasil penelitian terbagi menjadi dua kubu. Satu menganggap pemakaian ponsel bisa meningkatkan resiko terkena tumor otak, sedang yang lain tidak melihat ada hubungan antara dua hal tersebut.
Sumber:
reuters
Penulis:
Wsn

Video Game Membantu Memerangi Kanker

Video Game Membantu Memerangi Kanker
Los Angeles, Senin

Kirim Teman Print Artikel
Saif Azar, seorang penggemar permainan video game berusia 14 tahun, mengaku permainan video baru berjudul "Re-Mission" telah membantunya memerangi kanker dengan cara memberinya pengetahuan dan "strategi tempur."
"Permainan ini membantu saya mengetahui hal-hal yang terjadi di tubuh saya," kata Azar, pengidap kanker lymphoma Hodgkin yang mulai memainkan video game sebagai bagian dari penelitian klinis guna membantu pasien menyembuhkan dirinya dari kanker. Roxxi, karakter utama dalam permainan "Re-Mission" adalah nanobot atau robot berukuran nano yang pemberani dan dilengkapi berbagai jenis senjata untuk mencari dan memusnahkan sel-sel kanker dalam tubuh.
HopeLab, pencipta permainan tersebut, mengatakan hasil study ilmiah yang melibatkan 375 remaja di 34 pusat kesehatan AS, Kanada, dan Australia, menunjukkan bahwa orang-orang yang memainkan "Re-Mission" cenderung lebih memperhatikan dan patuh pada pengobatan mereka dibanding yang tidak.
HopeLab yang bermarkas di Palo Alto, California, adalah organisasi nirlaba yang membantu orang-orang menghadapi penyakit kronis. Organisasi ini didirikan tahun 2001 oleh Pamela Omidyar, istri pendiri eBay Inc., Pierre Omidyar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa game itu membantu dan mendorong pemain menghadapi tantangan yang ditimbulkan penyakit mereka, dan membuat mereka lebih mau berobat, sehingga lebih cepat sembuh, kata Presiden HopeLab, Pat Christen.
Game PC itu telah tersedia luas, dan diberikan secara gratis bagi remaja yang didiagnosa menderita kanker.
Sumber:
reuters
Penulis:
Wsn

Orang Berusia Lanjut Berisiko Mati Kesepian

Orang Berusia Lanjut Berisiko Mati Kesepian
Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Kesepian tidak baik bagi kesehatan.
Kesepian dapat berujung pada kematian. Menurut para peneliti, rasa kesepian mungkin dapat memicu naiknya tekanan darah dan berdampak buruk bagi kesehatan sebagai penyebab kematian seseorang. Tapi, risiko ini baru terlihat muncul pada orang-orang yang berusia lanjut usia.
Penelitian ini dilakukan di Universitas Chicago terhadap pria dan wanita yang berusia antara 50 hingga 68 tahun. Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychology and Aging menunjukkan bahwa mereka yang merasa kesepian juga memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada yang tidak kesepian.
Orang yang kesepian rata-rata memiliki tekanan darah sekitar 30 kali lipat lebih tinggi daripada orang yang tidak kesepian. Padahal, tekanan darah tinggi adalah faktor utama penyebab penyakit jantung, penyebab kematian pertama di banyak negara industri dan menempati urutan kedua di AS.
Penelitinya Richard Suzman dari National Institute of Aging menyatakan terkejut melihat hubungan yang jelas antara perasaan kesepian dan tekanan darah tinggi. Ia dan para para peneliti lainnya memang membedakan kesepian dengan depresi, umur, jender, berat, konsumsi alkohol, merokok, stres, dan faktor lainnya.
Kesepian ini benar-benar menggerogoti tubuh Anda. Penelitian menunjukkan, kesehatan yang memburuk karena pengaruh kesepian ini semakin besar dengan bertambahnya usia. Selain itu, kesepian berdampak lebih buruk bagi tekanan darah daripada faktor psikologi atau sosial lainnya.
Naiknya tekanan darah sebesar turunnya tekanan darah karena latihan olahraga dan diet menurunkan berat badan. "Sebanding dengan efek baiknya bagi kesehatan yang sering disarankan, seperti olahraga untuk mengendalikan tekanan darah," kata Hawkley.
Menurut peneliti lainnya, John T. Cacioppo, orang yang kesepian selalu merasa dalam kondisi tertekan dan terancam bukannya tertantang. Mereka juga bertindak pasif dan menghindari segala bentuk tekanan, bukannya mencoba memecahkan masalah tersebut.
Penderita kesepian yang telah melalui usia lanjut juga cenderung memiliki masalah alkohol, depresi, sistem kekebalan menurun, sulit tidur, dan keinginan bunuh diri. Sebelumnya, para psikolog menganggap hubungan kesepian dengan gangguan kesehatan dan fungsi tubuh hanyalah respons tekanan yang umum. Namun, hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan dampak tersendiri.
Sebagai gambaran, sekitar seperlima penduduk AS didera kesepian. Mereka merasa tidak bahagia, tertekan, tidak punya teman, dan dihindari orang-orang di sekitarnya. Saat ini, semakin banyak orang yang cenderung hidup sendirian dan jauh dari teman serta kerabatnya.
Agar tekanan darah dapat diturunkan dan serangan jantung dapat dicegah, memelihara persahabatan, pernikahan, atau sekadar bercengkerama dengan pasangan mungkin dapat membantu. Pada penelitian selanjutnya, para ilmuwan akan memastikan apakah kesepian menyebabkan tekanan darah tinggi atau sekadar saling berhubungan saja.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

’Partikel Hantu’ Memiliki Massa

’Partikel Hantu’ Memiliki Massa
Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Detektor neutrino di Fermilab.
Para fisikawan memastikan bahwa neutrino memiliki massa. Ini dipastikan berdasarkan penelitian menggunakan mesin Main Injector Neutrino Oscillation Search (Minos) yang terletak di AS.
Neutrino diyakini sebagai partikel yang memainkan peranan penting di awal pembentukan alam semesta. Namun, sifat-sifatnya belum banyak diketahui oleh para ilmuwan.
Neutrino sering disebut partikel hantu karena dapat menembus tanah dan mengambang di udara. Ia dapat bergerak dari perut Bumi ke atmosfer tanpa berinteraksi dengan partikel lainnya. Sifat inilah yang membuat neutrino sulit dideteksi.
Ada tiga jenis neutrino yang dibedakan oleh para ilmuwan, yaitu muon, tau, dan elektron. Untuk mempelajarinya, para peneliti membuat neutrino jenis muon dalam mesin pendorong partikel di Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab), Illinois, AS.
Partikel-partikelnya dalam intensitas tinggi ditembakkan melalui detektor partikel di Fermilab. Kemudian, partikel juga ditembakkan ke detektor yang berada pada sebuah bekas pertambangan di Soudan, AS berjarak 724 kilometer dari Fermilab.
"Karena mereka jarang sekali berinteraksi dengan materi, kami dapat menembakkannya lurus menembus Bumi dan semuanya akan melaluinya tanpa hambatan," kata Dr. Lisa Falk Harris, seorang ahli fisika partikel di Univesitas Sussex yang juga anggota peneliti di Minos.
Menghilang
Meskipun demikian, para peneliti memastikan bahwa lebih sedikit partikel yang terdeteksi di Soudan daripada partikel yang dikirimkan. Apakah ini berarti mereka menghilang? "Apa yang mereka lakukan adalah berubah menjadi neutrino jenis lain," kata Falk Harris.
Menurut para ilmuwan, proses perubahan ini dapat terjadi melalui osilasi. Untuk melakukan perubahan dengan proses tersebut, secara teori fisika, partikel harus memiliki massa. "Faktanya, kami tidak melihatnya lagi dan mereka melakukan proses perubahan ini, artinya mereka pasti memiliki massa," imbuh Falk Harris.
Ini merupakan kesimpulan pertama yang dibuat selama percobaan Minos. Penelitian yang dipimpin fiskawan Jepang itu melibatkan para ilmuwan dari 32 lembaga penelitian dari enam negara.
Pada awalnya, menghilangnya neutrino berhasil diamati oleh para peneliti Jepang dalam percobaan K2K pada tahun 2002. Pada saat itu, mereka menembakkan neutrino muon ke detektor yang berjarak 240 kilometer.
Bukti-bukti yang menguatkan bahwa neutrino memiliki massa berdampak pada teori fisika pertikel. "Pada fisika partikel terdapat model standar yang menggambarkan bagaimana komponen pembentuk materi bekerja dan berinteraksi satu sama lain," kata Falk Harris. Model ini, lanjut Falk Harris, menyatakan bahwa neutrino seharusnya tidak memiliki massa.
Padahal dari pengukuran neutrino secara langsung menunjukkan bahwa pertikel tersebut pasti memiliki massa. Artinya, model standar harus direvisi atau diganti dengan model baru.
"Berbagai pengamatan menunjukkan terdapat lebih banyak materi bermassa di alam semesta yang tidak terlihat," kata Profesor Jenny Thomas, anggota tim peneliti Minos dari University College London. "Kita dikelilingi neutrino, bahkan pada setiap centimeter kubik terdapat ratusan," lanjut Thomas.
Ke depan, temuan ini mungkin juga dapat dikembangkan untuk menjelaskan fenomena menghilangnya massa di alam semesta. Hal tersebut mungkin dapat memecahkan misteri pembentukan materi dan mengapa banyak antimateri di alam semesta yang menghilang.
Sumber:
bbc.co.uk
Penulis:
Wah

Thursday, March 02, 2006

Menjadikan Styrofoam Ramah Lingkungan

Menjadikan Styrofoam Ramah Lingkungan
Jakarta, Kamis

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Sampah styrofoam dapat diuraikan menjadi plastik ramah lingkungan oleh bakteri Pseudomonas putida.

Bakteri ada di mana-mana. Diam-diam mereka bekerja menghancurkan selulosa, mencerna sisa-sisa makanan, atau mengikat nitrogen di dalam tanah.
Selain itu, dengan perkembangan bioteknologi, beberapa turunan bakteri tertentu juga dimanfaatkan untuk membersihkan minyak yang tumpah di laut hingga menangkap gambar beresolusi tinggi layaknya fungsi retina.
Baru-baru ini, para ahli biologi di University of College Dublin, Irlandia, menemukan turunan bakteri Pseudomonas putida, yang biasa ditemukan di dalam tanah, memakan minyak styrene murni dan mengubahnya menjadi plastik yang ramah lingkungan. Minyak yang merupakan hasil pemanasan styrofoam pada suhu tinggi itu mencemari tanah karena sulit terdegradasi di alam.
Kevin O’Connor dan koleganya mengubah polystyrene menjadi minyak melalui pyrolysis, yaitu memanaskan plastik turunan minyak bumi dengan suhu 520 derajat Celcius tanpa melibatkan oksigen. Pemanasan tersebut menghasilkan cairan yang terdiri atas minyak styrene sebesar lebih dari 80 persen dan sisanya berupa cairan racun lainnya.
Para peneliti kemudian memberikan cairan ini kepada salah satu turunan bakteri, Pseudomonas putida CA-3. Pada awalnya, mereka berharap bakteri akan memurnikan styrene dari larutan. Namun, bakteri justru sangat menikmati menu makan barunya ini dan mengubah 64 gram styrene campuran untuk menghasilkan sekitar 3 gram bakteri baru.
Dalam proses ini, bakteri menyimpan 1,6 gram energi minyak styrene dalam bentuk plastik biodegradable (dapat terurai di alam) yang disebut polyhydroxyalkanoate atau PHA. Selain musnah jika dibakar, plastik jensi ini juga mudah terurai di alam.
Namun, proses biologi yang dilakukan bakteri menghasilkan produk sampingan yang masih beracun, yaitu toluene. Meskipun demikain, temuan ini membawa harapan baru karena menunjukkan bahwa styrofoam dan milekul polystyrene yang menyusunnya dapat diubah menjadi ramah lingkungan.
Styrofoam adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan yang besar. Di AS saja, styrofoam sekitar 3 juta ton diproduksi pada 2000 dan 2,3 juta di antaranya dibuang ke lingkungan. "Prinsip dalam proses tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendaur ulang sampah plastik dari turunan minyak bumi," kata para peneliti yang melaporkan temuannya dalam Environmental Science and Technology edisi 1 April.
Sumber:
sciam.com
Penulis:
Wah

Awal dari teknologi hologram

Plasma Laser Tampilkan Gambar 3D di Udara
Jakarta, Jumat

Kirim Teman Print Artikel
ist
Menggunakan sistem motor, lensa, dan cermin galvanometrik para peneliti membentuk titik mengambang (putih) di sekitar titik api laser.

Para peneliti Jepang berhasil menampilkan citra tiga dimensi (3D) di udara layaknya hologram yang digambarkan dalam berbagai film fiksi. Keberhasilan ini adalah hasil kerjasama antara Institute Nasional Sains dan Teknologi Industri Mutakhir Jepang (AIST), Universitas Keio, dan Burton Inc.
Tidak seperti kesan 3D di monitor dua dimensi, yang terlihat demikian karena perbedaan binocular mata manusia, citra 3D ini tersusun dalam bentuk rangkaian titik cahaya mengambang dari sebuah perangkat berbasis laser. Meskipun demikian, keterbatasan daya pandang mata manusia dan batasan fisik karena kesalahan pembentukan citra virtual membuatnya belum begitu sempurna.
Perangkat tersebut menggunakan fenomena emisi plasma dekat titik api yang dibentuk oleh laser yang difokuskan. Dengan mengendalikan posisi titik api titik fokus dalam sumbu x (panjang), y (lebar), dan z (tinggi), citra 3D di udara dapat ditampilkan.
Peneliti Universitas Keio dan Burton Inc. menyatakan, ketika sinar laser difokuskan, emisi plasma yang berpendar akan terbentuk di dekat titik apinya. Mula-mula, mereka mencoba mengembangkan alat untuk menampilkan gambar dua dimensi di udara. Gambar tersebut disusun oleh rangkaian titik yang dihasilkan dengan teknik kombinasi pancaran laser dan cermin galvanometrik.
Sebab, untuk membentuk gambar 3D di udara, diperlukan pengaturan arah sepanjang sumbu sinar yang lebih rumit. Selain itu, diperlukan juga kualitas laser yang lebih baik serta variasi posisi titik api yang lebih banyak. Itulah sebabnya, mengapa untuk menampilkan gambar 3D di udara tidak mudah.
Apa yang dilakukan para peneliti untuk menampilkan citra 3D adalah memodifikasi gambar dua dimensi dengan sistem motor linier dan pulsa inframerah berkualitas tinggi dan tajam. Dengan demikian, dapat terbentuk gambar 3D mengambang yang tersusun dari rangkaian titik api.
Sistem motor linier dapat membuat variasi posisi titik api dengan cara memindai sebuah lensa yang diletakkan di sekelilingnya. Dengan alat ini, pembentukan gambar di sumbu z mungkin dilakukan. Sedangkan, untuk gambar pada arah sumbu x dan y, digunakan cermin galvanometrik biasa.
Laser berkualitas tinggi yang terbentuk dari pengulangan pulsa pada frekuensi sekitar 100 hertz menghasilkan plasma yang dapat dikontrol dengan sangat teliti. Dengan demikian, akan terbentuk gambar yang tajam dan jarak gambar dengan sumber laser dapat ditambah beberapa meter.
Emisi laser membutuhkan waktu sekitar satu nanodetik atau 1000 mikrodetik. Alat tersebut menggunakan sebuah pulsa untuk membentuk sebuah titik. Mata manusia sendiri baru dapat melihat bentuk rangkaian minimal 100 titik perdetik. menggunakan software, pulsa-pulsa tersebut dapat diatur dan dikendalikan untuk menghasilkan berbagai bentuk tiga dimensi.
Sumber:
physorg.com
Penulis:
Wah

Tuesday, February 28, 2006

Ingin Panjang Umur? Berpikirlah Positif dan Optimis!

Ingin Panjang Umur? Berpikirlah Positif dan Optimis!
Chicago, Selasa

Kirim Teman Print Artikel

Sikap optimis ternyata baik untuk kesehatan jantung, begitu hasil dari sebuah penelitian yang diumumkan hari Minggu (26/2).
Berdasar riset yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine, orang-orang yang paling optimis di antara 545 pria Belanda berusia 64 hingga 84 tahun, memiliki resiko terkena serangan jantung 50 persen lebih rendah dibanding yang kurang optimis. Riset sebelumnya menyebutkan bahwa bersikap optimis akan meningkatkan kesehatan fisik secara umum dan menurunkan resiko kematian karena berbagai sebab. Sikap positif juga terbukti bisa membantu pasien yang memiliki penyakit jantung karena penyempitan arteri.
Study ini mengukur tingkat optimisme para sukarelawan mengenai hidup mereka, dengan meminta mereka menilai pernyataan seperti "Saya tidak memiliki rencana untuk beberapa tahun mendatang" atau "Hari-hari saya sepertinya berjalan lambat," atau "Saya masih memiliki banyak rencana."
"Pada dasarnya sikap optimis akan stabil dalam periode jangka panjang walau sikap ini cenderung menurun seiring usia yang makin tua," kata peneliti Erik Giltay dari Institut Kesehatan Mental di Deft, Belanda.
Pada skala nol hingga tiga, dimana tiga adalah angka bagi mereka yang paling optimis, rata-rata yang didapat dari para sukarelawan turun dari 1,5 pada tahun 1985 menjadi 1,3 di tahun 2000.
Skala yang tinggi biasanya berkaitan dengan umur yang lebih muda, pendidikan lebih tinggi, memiliki teman-teman dalam hidupnya, memiliki kondisi kesehatan lebih baik, dan melakukan lebih banyak aktivitas fisik.
"Saat ini baru diteliti apakah usaha untuk meningkatkan sikap optimis seseorang bisa mengurangi resiko kematian karena penyakit jantung atau tidak," kata Giltay. "Namun yang jelas, orang yang optimis memiliki kesehatan jantung lebih baik."
Sumber:
reuters
Penulis:
Wsn

Cokelat Menurunkan Tekanan Darah?

Cokelat Menurunkan Tekanan Darah?
Chicago, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Cokelat mengandung flavonoid yang mungkin menurunkan tekanan darah
Berita Terkait:
Cokelat Baik untuk Kesehatan Jantung
Cokelat Bisa Menjadi Obat Batuk!
Cokelat Menghasilkan Bayi yang Riang?

Cokelat mungkin juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan di Belanda menunjukkan bahwa pria berusia lanjut yang mengonsumsi sepertiga batang cokelat setiap hari memiliki tekanan darah dan resiko kematian lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi cokelat secara rutin.
Penelitian yang didanai Yayasan Pencegahan Belanda itu memperkuat penelitian jangka pendek sebelumnya yang juga menunjukkan hubungan antara cokelat dengan tekanan darah. Temuan yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine edisi Senin (27/2) diperoleh berdasarkan analisis data selama 10 tahun. Penelitian tersebut mempelajari data pria Belanda yang telah berusia 65 tahun atau lebih pada 1985.
Para peneliti mempelajari kebiasaan makan 470 pria sehat yang tidak meminum obat penurun tekanan darah. Pria yang makan lebih banyak produk olahan dari biji kakao, misalnya minuman cokelat, cokelat batangan, dan puding cokelat, memiliki tekanan darah lebih rendah dan resiko kematian 50 persen lebih rendah.
Pria-pria tersebut rata-rata makan 10 gram cokelat dalam berbagai bentuk olahan setiap hari. Biji kakao mengandung flavanol yang diperkirakan dapat meningkatkan kandungan nitrat oksida dalam darah dan meningkatkan fingsi pembuluh darah. Menurut Brian Buijsse, ahli epidemologi nutrisi di Universitas Wageningen, Belanda yang memimpin penelitian tersebut, para pria yang makan cokelat lebih banyak tidak lebih berat atau lebih besar ukuran badannya daripada pria yang makan cokelat sedikit.
"Ini adalah makalah penting yang menerangkan bentuk epidemiologi (karakteristik penyakit pada sekelompok orang) yang banyak diamati dalam berbagai percobaan sejak lama," kata Cesar Fraga dari Universitas California Davis menanggapi temuan tersebut. Penelitian berjudul Zuthpen Elderly Study yang dilakukan cukup lama ini juga dimanfaatkan oleh peneliti lainnya untuk mempelajari faktor-faktor resiko yang menyebabkan penyakit kronis.
Apakah pengaruh yang sama juga berlaku pada wanita? "Penelitian kami fokus pada pria berumur," kata Buijsse. Jika melihat pengaruhnya pada penelitian lainnya, lanjut Buijsse, Anda akan melihat pengaruh yang sama pada pria dan wanita, baik yang muda maupun yang berusia lanjut. Artinya, hasil penelitian tersebut mungkin juga berlaku untuk wanita.
Meskipun demikian, para peneliti belum dapat memastikan apakah cokelat memang faktor penyebab meningkatnya kualitas kesehatan para pria tersebut. Sebab, mereka yang makan cokelat lebih banyak mungkin juga menjalankan aktivitas yang menyehatkan lainnya. Para peneliti juga mengingatkan bahwa mengonsumsi cokelat terlalu banyak dapat menyebabkan kegemukan, salah satu pemicu penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. "Masih terlalu dini untuk menyarankan apakah orang sebaiknya makan lebih banyak cokelat atau produk olahan biji kakao," kata Buijsse.
Sumber:
AP
Penulis:
Wah

Monday, February 27, 2006

Cormorant, Pesawat Mata-Mata yang Pandai Berenang

Cormorant, Pesawat Mata-Mata yang Pandai Berenang
Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel
popsi.com
Rekaan artis mengenai bentuk Cormorant kelak

Divisi Skunk Works, Lockheed Martin, yang terkenal karena karyanya berupa pesawat mata-mata U-2 dan SR-71 Blackbird kini hadir dengan jenis pesawat baru yang unik. Berbeda dari U-2 maupun Blackbird yang memiliki kemampuan terbang lebih tinggi dan lebih cepat dari semua pesawat lain di masanya, pesawat berjulukan Cormorant ini memulai dan mengakhiri misinya 45 meter di bawah permukaan air.
Cormorant, pesawat siluman bertenaga jet yang tidak memiliki awak ini dirancang untuk bisa diluncurkan dari tabung-tabung peluru kendali Trident yang berada di tubuh kapal selam raksasa kelas Ohio milik AL AS. Pesawat bisa dilengkapi senjata jarak pendek atau peralatan pengintaian tergantung misi yang diembannya.
Kapal selam-kapal selam peluncur nuklir itu sekarang menjadi berkurang fungsinya setelah perang dingin berakhir. Namun Cormorant memanfaatkan tabung-tabung peluru kendali nuklirnya sebagai pangkalan dalam misi mata-mata atau menghancurkan sasaran di daerah pesisir.
Tentu saja ini memanfaatkan tabung peluru kendali untuk dimuati pesawat bukan pekerjaan mudah.
Tabung-tabung itu memang panjang, namun lebarnya hanya 2,1 meter - bukan ukuran yang pas untuk sebuah pesawat. Selain itu Cormorant harus cukup kuat untuk menahan tekanan di bawah air ketika diluncurkan, sekaligus cukup ringan untuk bisa terbang.
Tantangan lain: selama ini misi kapal selam memiliki sifat siluman alias tidak terlihat. Nah, pesawat yang diluncurkan atau kembali ke kapal akan membongkar sifat siluman itu. Musuh akan tahu di mana posisi kapal selam berada.
Jawaban Skunk Works untuk masalah itu adalah pesawat seberat 4 ton dengan sayap menekuk seperti camar yang bisa terlipat di badan pesawat, sehingga pesawat bisa masuk ke tabung peluru kendali.
Cormorant dibuat dengan titanium untuk mencegah karat, dan bagian-bagian yang kosong diisi busa plastik agar bisa menahan tekanan. Badan pesawat juga diberi takanan gas dari dalam. Sementara ruang-ruang senjata, ruang mesin, dan pembuangan dilapisi bahan kedap agar tidak kemasukan air.
Kelak Cormorant tidak akan melesat dari tabung seperti peluru kendali. Ia akan diluncurkan menggunakan semacam lengan yang menuntunnya keluar menuju permukaan air. Begitu ia mencapai permukaan, pendorong roketnya akan menyala dan Cormorant terbang.
Setelah menyelesaikan misinya, pesawat akan kembali ke titik yang ditentukan. Kapal selam induknya kemudian akan mengirimkan kendaraan robot bawah air untuk menarik pesawat kembali ke sarangnya.
Badan Riset Pertahanan AS (Defense Advanced Research Projects Agency atau DARPA) membiayai pengujian beberapa sistem unik yang dimiliki Cormorant, termasuk model peluncuran dan wahana penjemput bawah air.
Uji coba ini akan selesai bulan September, lalu DARPA akan menentukan apakah mereka bakal mendanai prototipenya.
Sumber:
CNN
Penulis:
Wsn

Sunday, February 26, 2006

Tanah Hitam di Amazon, Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan

Tanah Hitam di Amazon, Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan
Jakarta, Jumat

Kirim Teman Print Artikel

Terra preta mungkin dapat mengatasi masalah pertanian modern dan mencegah pemanasan global. Tanah berwarna hitam yang dibuat oleh orang-orang Amazon ribuan tahun lalu itu berasal dari sampah yang dibakar sedikit demi sedikit dalam bentuk bara.
Para arkeolog dari Universitas Sao Paulo, Brazil percaya bahwa penduduk asli Amazon tidak sengaja membuatnya untuk tujuan pertanian. Namun, tanah hasil pembakaran sampah itu memiliki kandungan zat hara sangat tinggi.
"Penduduk asli di sana bukanlah petani. Potensinya baru disadari setelah para petani modern menemukannya," kata seorang arkeolog Eduardo Goes Neves. Justru para petani di sekitar Amazon yang sekarang mendapatkan warisan tanah subur ini.
Bahan baku terra preta banyak dicari para petani lokal di Brazil untuk meningkatkan produksi panennya. Dengan jumlah populasi hampir 200 juta penduduk dan sumber terra preta yang terbatas, para ilmuwan khawatir hal tersebut akan mempercepat berkurangnya sumber tanah hitam, salah satu situs arkeologi yang bernilai sejarah tinggi.
"Tanah hitam di Amazon tidak hanya mengajarkan kami bagaimana mengembalikan kondisi tanah yang rusak, melipatgandakan hasil panen, dan menanam banyak batang tanaman di tanah yang tandus, namun juga cara mengembangkan teknologi untuk mempertahankan karbon di tanah dan mencegah perubahan iklim dunia," kata Johannes Lehmann, seorang ahli kimia biologi di Universitas Cornell.
Selain kaya nutrisi, proses pembuatan tanah hitam melepaskan lebih sedikit karbon dioksida secara langsung ke atmosfer sehingga dapat menekan pemanasan global. Lehmann dan Neves melaporkan hasil temuannya dalam pertemuan tahunan Asosiasi Pemutakhiran Sains Amerika minggu lalu.
Tanah hitam tiruan
Menyiapkan terra preta baru dengan cara meniru apa yang dilakukan penduduk purba mungkin akan lebih bermanfaat, baik bagi petani maupun bagi lingkungan hidup. Metode pembakaran tiruan ini disebut ’potong dan bakar hingga membara’, mirip dengan proses yang dilakukan penduduk Amazon purba.
Metode tersebut akan mengurangi karbon dioksida di udara. Reaksi pembakaran yang berlangsung akan menangkap karbon dari udara lalu menyimpannya dalam tanah. Cara tersebut juga dapat mengurangi kadar emisi metana dan nitrogen oksida yang dilepaskan dari tanah ke atmosfer. Menurut Lehmann, mengadaptasi metode potong dan bakar hingga membara seperti yang dilakukan penduduk Amazon dapat menurunkan emisi karbon hingga 12 persen.
Para petani di berbagai belahan dunia pada umumnya menggunakan metode ’potong dan bakar hingga hangus’ untuk menyiapkan ladang sebelum memasuki musim tanam. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk mempercepat proses pembakaran, namun menghasilkan gas karbon dioksida dalam jumlah besar.
Untuk mencegah kerusakan situs arkeologi di Brazil lebih luas lagi dan meningkatkan produksi pertanian di dunia, para peneliti telah menerapkan metode modern untuk membuat tanah hitam ini. Caranya, siapkan sejumlah tanah biasa, tambahkan satu genggam arang, daun, dan kotoran sapi secukupnya. Campuran ytersebut memiliki sifat seperti terra preta meskipun dengan versi modern yang disebut bio-arang.
"Bio-arang adalah bahan yang sangat efisien untuk mempertahankan nutrisi. Bahan tersebut akan mengikat lebih banyak karbon di tanah daripada material organik yang tidak dibuat menjadi arang," kata Lehmann.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

Teh Hijau Bisa Memperlambat Penuaan Otak

Teh Hijau Bisa Memperlambat Penuaan Otak
New York, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist
Teh hijau bisa memperlambat kerusakan otak
Berita Terkait:
Teh Mungkin Bisa Menghambat Pertumbuhan Kanker

Berbahagialah mereka yang biasa minum teh hijau, karena penelitian terbaru menyebutkan zat yang terkandung dalam teh hijau mungkin bisa membantu menurunkan resiko penyakit mental ketika seseorang beranjak tua.
Penelitian terhadap lebih dari 1.000 orang dewasa Jepang berusia 70-an menemukan bahwa semakin sering seseorang minum teh hijau, maka makin kecil pula kemungkinan mereka mengalami kemunduran mental atau pikun. Temuan yang didasarkan pada percobaan di laboratorium itu menunjukkan bahwa beberapa senyawa dalam teh hijau bisa melindungi sel-sel otak dari kerusakan, yang bila parah akan mengakibatkan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.
Menurut para peneliti, sifat melindungi dari teh hijau inilah yang mungkin menjelaskan mengapa tidak banyak orang-orang tua di Jepang yang menjadi pikun dibanding dengan orang-orang di Eropa dan Amerika Utara.
Dr. Shinichi Kuriyama dan rekan-rekannya di Tohoku University Graduate School of Medicine melaporkan temuan itu di edisi terbaru American Journal of Clinical Nutrition.
Penelitian mereka melibatkan 1.003 orang dewasa berusia 70 tahun lebih yang diminta mengisi angket mengenai kebiasaan mereka minum teh serta kondisi fisik yang mereka rasakan. Para sukarelawan juga diminta mengikuti tes fungsi kognitif seperti tes ingatan, perhatian, dan penggunaan bahasa.
Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang minum dua cangkir atau lebih teh hijau tiap hari mengalami lebih sedikit kemunduran mental dibanding mereka yang minum hanya tiga cangkir atau kurang tiap minggu. Sedangkan mereka yang rata-rata minum satu cangkir tiap hari berada di antaranya.
Namun penelitian ini sifatnya adalah observasi, bukan percobaan terkendali. Artinya kesimpulan bahwa minum teh hijau membuat orang memiliki kesehatan mental lebih baik masih merupakan kemungkinan, meski hubungan itu jelas terlihat.
"Kebanyakan orang Jepang yang sehat dan lebih aktif adalah peminum teh hijau," kata Kuriyama. "Tapi potensi manfaat teh hijau terhadap kesehatan otak masih harus dipastikan dalam penelitian selanjutnya."
Sumber:
reuters
Penulis:
Wsn

Thursday, February 23, 2006

Pakaian Anti-Benturan untuk Pemain Ski

Pakaian Anti-Benturan untuk Pemain Ski


Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel


ist
Pakaian tahan bentur bernama Spyder ini akan menghindarkan pemain ski dari cedera





Material khusus yang dapat mengeras sekuat besi saat membentur sesuatu akan dipakai para pemain ski AS dan Kanada pada Olimpiade Musin Dingin di Turino, Italia. Selain melindungi tubuh dari dingin, pakaian ini akan mencegah cedera saat melakukan gerakan zig-zag di cabang slalom.

Bahan yang bernama d3o ini bersifat fleksibel dan ringan sehingga dapat dipasang di balik baju. Kemudahan ini akan memberikan perlindungan lebih nyaman karena sebelumnya para pemain ski harus memakai pelindung lengan dan lutut berukuran besar.

Desain baju ski yang baru dikembangkan Spyder, perusahaan pembuat pakaian ski yang berpusat di Colorado, AS. Baju ski dengan tambahan material d3o di sepanjang tulang kering dan lengan bawah telah diuji coba anggota tim ski AS dan Kanada beberapa bulan yang lalu.

"Sekarang, merela sangat menyukainya dan tidak ingin melepasnya saat berski," kata Richard Palmer, CEO sebuah laboratorium di Inggris yang mengembangkan bahan tersebut. Meskipun komposisinya dirahasiakan, Palmer menyatakan bahwa material tersebut adalah hasil sintesis campuran antara cairan yang lengket dengan polimer. Setelah disintesis, cairan d3o dicetak sesuai bentuk yang diinginkan.

Material yang terbentuk ini menunjukkan sifat sensitif terhadap tarikan. Pada kondisi normal, molekul-molekulnya berikatan lemah dan leluasa bergerak sehingga fleksibel. Namun, saat diberi tekanan mendadak, ikatan kimianya menguat dan molekul-molekulnya berikatan lebih kuat sehingga material tersebut mengeras.

Dalam percobaan di laboratorium, d3o menunjukkan hasil perl;indungan yang lebih baik daripada material yang umum digunakan sebagai pelindung tambahan. Namun, direktur penelitian laboratorium Phil Green mengaku sulit mengukur sifat material lebih teliti sebab efek mengerasnya material hanya berlangsung sesaat.

Meskipun demikian, Green yakin dapat mengubah sifat-sifat d3o sebab secara kimiawi dapat dilakukan. Pengaruhnya dapat dibuat lebih baik sebagai pelindung benturan dan diterapkan untuk mencegah trauma. Material ini mungkin juga dapat dipakai sebagai pelapis kedap suara. Sebab, aliran gelombang suara juga menghasilkan tekanan layaknya sebuah benturan.


Sumber: NewScientist.com
Penulis: Wah

Alat Deteksi Bau Mulut Semakin Ringkas

Alat Deteksi Bau Mulut Semakin Ringkas
Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist
Seseorang peneliti mencoba mendeteksi bau mulutnya dengan alat yang dapat dipasang di mana saja.

Alat ini mungkin dapat digunakan di berbagai tempat untuk mendeteksi penyakit dari bau mulut seseorang. Seperti hidung manusia, penganalis bau yang dikembangkan para peneliti di Universitas Buffalo, AS ini sangat peka terhadap elemen-elemen kimia yang menghasilkan berbagai jenis bau.
Beberapa karakteristik bau mulut telah dikenali sebagai tanda-tanda penyakit diabetes, AIDS, dan schizophrenia. Para peneliti menggunakannya sebagai biomarker untuk mengetahui apakah seseorang terserang penyakit tersebut atau tidak.
"Kami membuat alat berukuran kecil, murah, dan sempurna untuk mendeteksi penyakit di manapun, bisa di mal, area parkir, rumah, bahkan jalanan," kata Frank Bright dari Universitas Buffalo. Alat buatannya lebih berpotensi dimanfaatkan sebab sistem pengenal bau mulut yang dibuat sebelumnya berukuran besar, tidak praktis, dan memiliki kemampuan terbatas.
Secara teknis alat tersebut dapat diindahkan dengan mudah termasuk dipasang di ruang terbuka. Meskipun bentuknya tidak seperti hidung sesungguhnya, alat pencium elektronik ini dilengkapi sensor yang kerjanya mirip dengan sensor biologis yang ada dalam rongga hidung.
Sensor-sensor ini akan merespon molekul-molekul yang terbawa aliran napas. Setiap sensor akan mengaktifkan sinyal saat mendeteksi jenis molekul tertentu. Selain itu, alat tersebut dilengkapi sistem kecerdasan buatan sehingga dapat diajari mengenali berbagai karakteristik penyakit dengan lebih baik.
Para ilmuwan akan mulai mengajarkan berbagai sampel bau dari napas pasien yang telah didiagnosa menderita kanker. Dengan demikian, alat tersebut dapat mengenali ada tidaknya penyakit dalam tubuh pasien lainnya jika mendeteksi bau yang sama. Alat tersebut juga diajari membedakan bau yang dipicu penyakit dengan bau-bau yang normal seperti listerine, burger keju, dan menthol.
Jika hidung elektronik sebelumnya hanya memiliki 30 buah sensor, alat yang dikembangkan Bright dan tim penelitinya disusun oleh 100 jenis sensor yang dapat membedakan berbagai jenis molekul. Mereka terus mengembangkan sistem tersebut hingga memiliki satu juta sensor.
"Kemampuan alat untuk menyusun daftar karakteristik bau dari satu juta sensor sangat bernilai," kata Bright. Ia berharap prototipnya dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

Pria Tetap Puas di Akhir Usia

Pria Tetap Puas di Akhir Usia


Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel


ist.
Pria tetap menikmati kehidupan seksualnya meskipun fungsi tubuhnya semakin menurun.





Pria berusia lima puluhan tahun lebih menikmati kehidupan seksnya daripada pria berumur tiga puluhan tahun. Demikian hasil survei yang dilakukan tim dari AS dan Norwegia.

Dari 1.185 pria berumur 20 hingga 79 tahun yang disurvei, mereka menemukan adanya masalah impotensi dan kegagalan fungsi seksual yang dihadapi pria di usia senja. Namun, pria yang berumur 50-an tahun terlihat memiliki tingkat kepuasan yang sama dengan pria berusia 20-an tahun. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal urologi BJU International.

Untuk membandingkan tingkat kepuasannya, para pria diminta merespon kuesioner. Mereka diminta menilai tingkat kepuasannya dalam berbagai aspek kehidupan seksual dari skala nol hingga empat, di mana empat sebagai nilai tertinggi atau sangat puas.

Pria berumur 20-an tahun rata-rata memiliki tingkat kepuasan 2,79. Tidak jauh berbeda, pria berusia 50-an tahun juga menyatakan tingkat kepuasan yang hampir sama yaitu 2,77. Sedangkan pria berumur 30-an tahun hanya mengaku puas dengan nilai 2,55 dan yang berumur 40-an tahun 2,72.

Setelah berusia 59 tahun, tingkat kepuasannya menurun drastis. Nilainya menjadi 2,46 untuk yang telah berusia 60-an tahun dan 2,14 untuk yang berusia 70-an tahun.

Meskipun demikian, ketika dinilai fungsi seksualnya, nilainya selalu menurun seiring bertambahnya umur. Hal tersebut menunjukkan bahwa fungsi alat tubuh semakin lemah dan semakin banyak masalah.

Rata-rata dorongan untuk melakukan hubungan seksual hanya 2,19 pada usia 40-an tahun. Nilainya berkisar antara 2,79 pada pria berusia 20-an tahun hingga 1,54 pada pria berusia 70-an tahun.

Kepuasan ereksi turun drastis pada usia 40-an dengan nilai rata-rata 2,83. Jauh lebih kecil daripada saat berusia 20-an tahun yang rata-rata senilai 3,63. Sedangkan pada usia 30-an tahun turun menjadi 3,03 dan 1,6 pada usia 70-an tahun.

Kepuasan ejakulasinya rata-rata 3,28 dan baru turun drastis pada usia 60 hingga 70-an tahun. Pria berusia 20-an tahun rata-rata puas dengan nilai 3,85, sedangkan yang berusia 70-an tahun hanya 2,32.

Profesor Sophie Fossa dari Yayasan Rikshospitalet-Radiumhospitalet di Oslo menyatakan, "Hasil ini menunjkkan korelasi yang kuat antara penuaan dengan turunnya fungsi seksual, namun bukan umur dengan kepuasan seksualnya."

Perubahan umur hanya mempengaruhi 22 persen penurunan dorongan seksual, 33 persen mempengaruhi ereksi, dan 23 persen masalah ejakulasi.

"Meskipun menghadapi banyak masalah dan fungsi seksual yang turun saat memasuki usia senja, hal tersebut tidak diikuti menurunnya tingkat kepuasannya dalam menikmati kehidupan seksualnya," imbuh Fossa. Umur hanya mempengaruhi 3 persen tingkat kepuasan secara keseluruhan.

Ronald Bracey, seorang psikolog yang meneliti seksualitas pria mengaku tidak heran dengan temuan ini. "Pria berusia 30-an hingga 40-an tahun seringkali stress. Misalnya, karena memikirkan karirnya," kata Bracey.

Seiring berjalannya waktu hingga memasuki usia 50-an tahun, mereka biasanya telah menyesuaikan dengan apa yang mereka capai. Mereka cenderung mengabaikan penilaian orang lain terhadap dirinya, tidak tergantung pada orang lain, dan tidak begitu berambisi pada kinerja.


Sumber: bbc.co.uk
Penulis: Wah

Gua Besar dan Kodok Beracun Jenis Baru Ditemukan di Venezuela

Gua Besar dan Kodok Beracun Jenis Baru Ditemukan di Venezuela
Jakarta, Rabu

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Dua helikopter terlalu kecil untuk mendarat di dekat air terjun dalam gua bernama Cueva del Fantasma.

Sebuah gua berukuran besar baru saja ditemukan jauh di pedalaman sebuah bukit di Amerika Selatan. Begitu besarnya, ruangan gua di kawasan hutan lebat di Venezuela ini dapat didarati helikopter. Dua buah helikopter dapat terbang leluasa di dalam gua bernama Cueva del Fantasma yang berarti gua hantu sebelum mendarat di dekat air terjun yang tinggi.
Tempat tersebut berada di cekungan-cekungan Tepui Aprada. Tepui adalah pegunungan-pegunungan yang dipenuhi tebing-tebing batu, salah satu wilayah asing dan jarang dijamah manusia di Venezuela bagian selatan. Area yang disebut Guyana Venezuela itu adalah salah satu sumber kekayaan biologi, geologi purba, dan kondisi alam yang masih utuh.
Ini adalah laporan pertama disertai bukti-bukti fotografi yang menunjukkan adanya gua yang sangat besar. Meskipun demikian, para peneliti menduga bahwa tempat tersebut bukan benar-benar gua namun sebuah jurang besar dan curam yang ambruk.
Katak beracun
ist.
Spesies katak beracun baru diberi nama Colosthetus breweri sesuai nama penemunya Charles Brewe-Carias.Selain gua, para peneliti juga menemukan spesies katak dendrobatid baru yang dinamai Colosthetus breweri, sesuai nama penemunya Charles Brewe-Carias. Dendrobatid adalah sebutan bagi katak-katak di Amerika Selatan dan Tengah yang dapat menembakkan racun.
Para ilmuwan memasukkan spesies yang baru ditemukan dalam genus Colosthetus karena memiliki ciri yang mirip dengan katak-katak yang telah diketahui sebelumnya. Pola pada kulitnya mirip, tidak ada rambut di jari-jarinya, telapak kaki yang halus, karakteristik lidah yang mirip, dan kombinasi warna kuning dan oranye di tubuh bagian bawah. Kelompok spesies tersebut dikenal sangat lincah melompat.
Colosthetus breweri adalah spesies kedelapan belas yang masuk ke dalam genus Colosthetus di Guyana Venezuela. Penemuan tersebut dijelaskan dalam jurnal Zootaxa edisi 17 Januari.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah