Tuesday, July 04, 2006

Pembangkit Listrik Mikrohidro Solusi Daerah Pedesaan

Pembangkit Listrik Mikrohidro Solusi Daerah Pedesaan


SUBANG, RABU - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro sebagai solusi energi listrik pedesaan yang selama ini belum terjangkau listrik PLN. Dalam program ini, LIPI menggunakan jenis turbin Propeler dan Cross Flow yang dikembangkan sendiri. Konstruksinya sederhana sehingga cocok untuk pedesaan terpencil.

Pembangkit Mikrohidro memanfaatkan aliran air seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tetapi dengan kapasitasnya lebih kecil. Setiap pembangkit, rata-rata hanya menghasilkan energi listrik 10 kilowatt (kW) hingga 100 kW di mana 10 kW sudah dapat digunakan untuk sekitar 50 rumah.

"Energi mikrohidro sangat potensial di wilayah-wilayah Indonesia yang kaya akan pegunungan dan mempunyai sumber air mengalir (sungai)," kata Kepala Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna LIPI, Akmadi Abbas M. Eng. Sc., di Subang, Jawa Barat, Selasa (3/7).

Energi mikrohidro, ujarnya, turut berperan dalam melestarikan lingkungan hutan sebagai sumber resapan air, tidak menyebabkan polusi, membantu pemerintah mengurangi beban dalam menyediakan energi listrik hingga pedesaan, dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pembangkit mikrohidro yang dikembangkan LIPI telah dibangun di sejumlah daerah di Tanah Air seperti di Makki, Wamena, Papua, Enrekang, Sulawesi Selatan, dan Nagrak, Subang, Jabar.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Enrekang, Sulsel, Andi Hamzah, mengatakan, pihaknya telah memiliki pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan kapasitas 20 kW bagi 96 rumah, sarana umum, dan di mesjid dengan bantuan LIPI.

"Jika ada daerah yang belum terlistriki dan memiliki potensi sungai yang cukup, kami siap membantu membuat pembangkit mikrohidro ini untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Akhmad.



Sumber: Antara
Penulis: Wah

Tuesday, June 20, 2006

Kubah Benih di Norwegia




Ibarat Perahu Nuh di Svalbard
Kubah Benih di Norwegia Mulai Dibangun

Jakarta, Selasa


Kirim Teman | Print Artikel

ist
Kubah benih untuk menyimpan berbagai biji-bijian dari seluruh dunia dibangun di bawah gunung batu yang terletak di Pulau Svalbard, Laut Arktik.

Berita Terkait:

Gudang Bibit Teraman di Dunia
Frozen Ark, Bahtera Nabi Nuh di Jaman Modern

Ibarat perahu Nabi Nuh yang dibangun untuk menyelamatkan umatnya, pembangunan kubah benih di Kutub Utara akhirnya dimulai juga. Pemerintah Norwegia memulai pembangunan tempat penyimpanan benih dari seluruh dunia di bawah lereng sebuah gunung beku yang terletak di Pulau Svalbard, Laut Arktik.

Lebih dari 100 negara mendukung pembangunan kubah yang akan dipakai untuk menyimpan benih yang dikemas dalam kertas perak di bawah temperatur beku. Bangunan tersebut ibarat bank yang berfungsi menyimpan berbagai tumbuhan dunia yang mungkin di masa depan dapat bermanfaat untuk mengatasi kelaparan.

Perdana Menteri dari lima negara menghadiri peresmian pembangunannya yang diadakan di dekat kota Longyearbyen, di pulau tersebut, Senin (19/6). Perdana Menteri Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, dan Islandia melakukan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan.

"Kubah ini penting bagi dunia. Berbeda dengan bank benih pada umumnya yang ditujukan untuk kepentingan komersial," kata PM Norwegia Jens Stoltenberg. Sekitar 1.400 bank benih yang ada sekarang umumnya masih berisiko mengalami kerusakan karena hanya disimpan di laboratorium.

Kubah dibangun untuk memastikan kelangsungan hidup berbagai jenis tanaman saat dunia mungkin menghadapi serangan penyakit, perang nuklir, bencana alam, atau perubahan iklim. Biji-bijian yang tersisa ini mungkin dapat digunakan untuk mengatasi kelaparan yang mungkin meluas di dunia karena berbagai ancaman tersebut.

Disimpan pada temperatur sekitar minus 18 derajat Celcius, biji-bijian tersebut mungkin tahan ratusan bahkan ribuan tahun. Jika sistem pengatur suhunya rusak sekalipun temperaturnya tidak akan melebihi batas beku karena terdapat permafrost (lapisan es) pada batuan di atasnya.

Bangunan tersebut dilengkapi pintu baja dan dijaga secara alami oleh beruang-beruang yang tersebar di sana. Para pengembangnya memastikan bahwa dinding beton yang dipakai sangat kuat.

Pengelolaan kubah benih ini dilakukan Global Crop Diversity Trust yang didirikan pada 2004. Bangunan tersebut direncanakan akan mulai beroperasi sejak September 2007. Pada tahap awal diharapkan dapat terisi sekitar tiga juta jenis biji-bijian.

Bangunan tersebut akan menjadi milik Norwegia, namun biji-bijian yang ada di dalamnya merupakan milik negara-negara yang menyumbangkannya. Global Crop Diversity Trust akan membayar biaya pengiriman dan penyimpanan dari negara-negara berkembang.


Sumber: bbc.co.uk
Penulis: Wah

Bahan Anti-beku

Bahan Anti-beku Diproduksi Pankreas Ikan

Jakarta, Selasa


Kirim Teman | Print Artikel

PNAS
Ikan Antartctic notothenioids menghasilkan protein anti-dingin agar cairan tubuhnya tidak membeku di air bersuhu sangat dingin.

Berita Terkait:

Kutu Salju Memiliki Kemampuan Antibeku Alami

Jenis ikan-ikan tertentu mampu bertahan hidup di perairan sedingin Antartika sekalipun, salah satunya spesies ikan bernama Antartctic notothenioids. Ikan tersebut dapat bertahan hidup pada kondisi ekstrim karena mengandung protein yang mencegah cairan tubuhnya berubah menjadi kristal es.

Protein yang disebut antifreeze glycoprotein (AFGP) telah diketahui sejak 35 tahun lalu. Namun, para ilmuwan belum mengetahui bagaimana dan di mana molekul-molekul tersebut dihasilkan dalam tubuh ikan.

Selama bertahun-tahun, mereka menduga AFGP diproduksi di hati karena organ tersebut diketahui menjadi pabrik protein darah. Tapi, saat dilacak balik, AFGP tidak bersumber dari hati.

Hasil analisis terhadap jaringan ikan nototheniods menunjukkan bahwa protein anti-dingin tersebut dihasilkan dari pankreas dan lambung. Temuan ini dilaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi online 19 Juni.

"Ini membuktikan bahwa hati tidak memiliki peranan di sini," kata salah satu penulis laporan penelitian, Christina Cheng, dari Universitas Illinois, Urbana-Champagne.

Di Laut Antartika bagian selatan, suhu air laut jarang di atas minus 2 derajat Celcius. Sedangkan, cairan di dalam tubuh ikan membeku pada suhu minus 1 derajat Celcius. Air laut sering bercampur dengan kristal es berukuran kecil yang mungkin dapat membekukan cairan dalam lambung ikan saat mencernanya.

AFGP yang dihasilkan di ususnya kemudian diserap ke dalam darah sehingga cairan tubuhnya tidak membeku. Kemampuan ini kemungkinan terbentuk sebagai hasil evolusi yang dipicu kebutuhan nototheniods agar bertahan hidup di lingkungan ekstrim.


Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah

PENANGKAP EMBUN

Menangkap Embun Layaknya Kumbang Gurun

Jakarta, Rabu


Kirim Teman | Print Artikel

Andrew Parker
Kumbang gurun dari jenis Stenocera memiliki struktur tubuh yang efektif untuk mengumpulkan embun setiap pagi.

Meskipun kering dan tandus, para ilmuwan dapat mengumpulkan air di padang pasir dengan efektif. Menggunakan material khusus, titik-titik embun dari uap air yang terbentuk setiap fajar dapat dikumpulkan menjadi satu.

Material yang dikembangkan merupakan biomimikri, meniru taktik kumbang gurun dari jenis Stenocara untuk memperoleh air setiap pagi. Taktik sejenis kumbang yang hidup di Gurun Namibia itu sendiri telah dipaparkan Andrew Parker, seorang pakar biologi dari Universitas Oxford, dalam jurnal Nature pada 2001.

Gurun Namibia tergolong sangat tandus karena hanya diguyur hujan kurang dari dua centimeter dalam setahun. Namun, setiap menjelang matahari terbit, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup di hamparan gurun yang tandus diselimuti kabut uap air tipis.

Titik-titik air dari kabut tersebut akan menempel di permukaan kulit punggung kumbang yang keras. Karena permukaan kulitnya kedap air, titik-titik air yang mengembun akan melalui jalur di antara lekuk-lekuk sayapnya menuju ke kepalanya.

"Hal tersebut menyebabkan sejumlah embun terkumpul di lekukan di kepala yang bersifat kedap air dan lama-lama semakin banyak," kata ketua penelitinya, Michael Rubner, seorang profesor ilmu material dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Ketika jumlahnya berlebih, air meluber lalu mengalir ke jalur khusus ke mulutnya sehingga kumbang dapat menikmati minumannya yang segar.

Untuk menangkap embun, Rubner dan koleganya Robert Cohen membangun arsitektur material menyerupai permukaan kulit kumbang dari campuran kaca dan plastik. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam jurnal Nano Letters.

Material seperti ini suatu saat dapat digunakan dalam sistem pendingin. Lembaga militer AS juga tertarik menggunakan material ini untuk membersihkan substansi berbahaya. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dan National Science Foundation (NSF) ikut mendanai proyek pengembangan material ini.


Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah

Wednesday, June 14, 2006

Kopi Meringankan Penyakit Hati

Kopi Meringankan Penyakit Hati

Jakarta, Rabu


Kirim Teman | Print Artikel

ist
Survai menunjukkan mengonsumsi kopi secara teratur menurunkan penyakit cirrhosis yang dipicu konsumsi alkohol.

Berita Terkait:

Kafein Tingkatkan Rangsangan Seksual Wanita?
Kopi Mengurangi Resiko Penyakit Hati

Minum kopi secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit hati yang disebabkan konsumsi alkohol. Penelitian di AS menunjukkan, risiko pembentukan penyakit cirrhosis karena alkohol menurun hingga 22 persen untuk setiap cangkir kopi yang diminum setiap hari.

Meskipun demikian, para ahli yang melaporkan temuannya dalam Archieves of Internal Medicine mengingatkan bahwa mengurangi konsumsi alkohol adalah cara yang paling efektif mencegah kerusakan hati.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 125.580 pria dan wanita selama 20 tahun. Para peneliti dari California menggunakan rekam medis pasien-pasien yang diperiksa secara sukarela sepanjang 1978 hingga 1985.

Untuk melihat kerusakan di hati, mereka mengukur enzim tertentu di darah. Sesuai prediksi, kadar enzim jauh lebih tinggi pada pecandu berat. Meskipun demikian, orang yang mengonsumsi alkohol dan kopi memiliki kadar enzim yang rendah daripada yang hanya alkohol.

Pada 2001, 330 orang didiagnosa menderita penyakit hati cirrhosis dan 199 di antaranya disebabkan karena mengonsumsi alkohol secara rutin. Minum kurang dari segelas kopi setiap hari menurunkan risiko serangan cirrhosis hingga 30 persen, satu hingga tiga cangkir menurunkan hingga 40 persen, dan lebih dari empat cangkir hingga 80 persen.

Risiko cirrhosis yang tidak berasosiasi dengan alkohol juga menurun meskipun tidak terlalu signifikan. Namun, teh tidak memiliki pengaruh yang sama. Ini menunjukkan bahwa yang memengaruhi mungkin bukan kafein.

Para peneliti belum memastikan apakah kafein yang mempengaruhi sebab minum teh bukan kebiasaan di sana. Dengan mempelajari racikan kopi, mungkin para peneliti dapat mengembangkan obat penawar dan pemahaman yang lebih baik terhadap mekanisme pembentukan penyakit hati.

"Interaksi sebab akibat kopi dan etanol terhadap hati terbukti, namun kita harus tetap berpikir bahwa kopi mungkin hanya salah satu potensi yang menurunkan risiko cirrhosis," kata penelitianya Dr. Arthur Klatsky dari Kaiser Permanente Division of Research di California.

Meskipun tidak menjelaskan alasan mengapa penurunan ini bisa terjadi, hasil penelitian tersebut menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk mengungkapnya. Menurut Profesor Kedokteran Chris Day dari Pusat penelitian Hati di Universitas Newcastle, kegemukan juga salah satu penyebab naiknya risiko penyakit hati. Faktanya, kegemukan merupakan salah satu efek perubahan tubuh para pecandu alkohol.


Sumber: bbc.co.uk
Penulis: Wah

Sunday, June 11, 2006

Jamur Pengurai Sampah Plastik

Jamur Pengurai Sampah Plastik

Jakarta, Rabu


Kirim Teman | Print Artikel
ist
Jamur Phanerochaete chrysosporium yang biasa tumbuh di kayu busuk ternyata dapat menguraikan plastik jenis resin fenol.

Jenis jamur tertentu yang biasanya menguraikan kayu ternyata juga dapat mengunyah plastik. Temuan para peneliti AS ini menawarkan metode pengolahan sampah plastik agar tidak tertimbun di tanah selamanya dan mencemari lingkungan.

Namun, tidak semua jenis plastik dapat diuraikan. Plastik yang baru dapat diuraikannya adalah jenis resin fenol yang banyak digunakan untuk membuat lem plywood dan papan serat kayu atau pada cetakan mobil. Plastik memiliki molekul yang besar dan sulit dipecahkan terbentuk dari molekul-molekul fenol berbentuk cincin dan formaldehida yang diberi tekanan dan panas tinggi.

Jenis plastik ini populer sebab tahan lama. Namun, efek sampingnya sulit didaur ulang. Tidak seperti polietilen yang digunakan untuk kemasan air mineral, resin tersebut sangat keras sehingga sulit meleleh. Sekitar 2,2 juta ton resin fenol diproduksi di AS setiap tahun atau sekitar 10 persen dari jenis plastik yang diproduksi di sana.

Sebagian sampah resin fenol digunakan lagi dalam bentuk aslinya. Percobaan daur ulang juga dilakukan dengan memanaskan pada suhu tinggi dan menggunakan larutan kimia. Namun, cara seperti ini mahal dan menghasilkan produk samping yang mencemari lingkungan.

Adam Gusse dan koleganya dari Universitas Winconsin-La Crosse kemudian meneliti manfaat jamur yang biasanya hidup di pangkal batang yang membusuk. Jamur yang berwarna putih ini menghasilkan ramuan enzim yang dapat memecah lapisan lignin yang keras. Lignin memiliki struktur kimia yang mirip resin fenol karena disusun dari molekul-molekul yang saling berikatan.

Gusse meletakkan serpihan-serpihan resin fenol ke lima spesies jamur berbeda untuk membandingkan pengaruhnya. Tim peneliti melihat terdapat satu spesies bernama Phanerochaete chrysosporium yang berubah warna tubuhnya dari putih menjadi merah muda setelah beberapa hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa jamur tersebut telah menguraikan resin menjadi molekul-molekul polimer lebih kecil yang berwarna merah muda.

Mereka memastikan temuannya setelah memberi makan jamur tersebut dengan resin fenol yang mengandung isotop karbon lebih berat. Hasilnya, isotop terserap ke tubuh jamur setelah berpesta plastik.

"Kerusakannya jelas sekali terlihat," kata Gusse. Dengan mikroskop elektron, permukaan resin terlihat penuh dengan kawah seperti bekas dikunyah.

Menurut Gusse, jamur tersebut bahkan dapat dimanfaatkan untuk mendaur ulang komponen-komponen fenol jika metode pemanfaatannya telah dikembangkan. Namun, ide tersebut masih jauh untuk dikomersialkan.

Sejauh ini, para peneliti belum menghitung seberapa efektif jamur menguraikan resin. Gusse memperkirakan butuh waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya.

Jamur putih sejenis lainnya juga diketahui memiliki kemampuan menguraikan plastik jenis polystyrene atau polutan seperti polychlorinated biphenyl (PCB). "Mereka mengeluarkan enzimnya dan memangsa apapun di sekitarnya," kata Gusse.

Sumber: Nature.com
Penulis: Wah

Jiwa Wirausaha Dipengaruhi Gen?





Jiwa Wirausaha Dipengaruhi Gen?

London, Rabu


Kirim Teman | Print Artikel

ist
Anak-anak kembar identik cenderung memiliki semangat, minat, dan kemampuan berwirausaha yang sama dibandingkan anak kembar tidak identik.

Tidak semua orang mau dan bisa menjadi entrepreneur (pengusaha). Menurut kajian para peneliti, salah satu faktor yang berpengaruh besar adalah sifat genetiknya.

Lupakan pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan di keluarga. Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak kembar di Inggris dan AS menunjukkan lingkungan keluarga hanya sedikit berpengaruh. Sekitar 50 persen prospek seseorang menjadi pekerja mandiri atau pengusaha dipengaruhi gen.

"Hubungan keturunan yang tinggi menunjukkan pentingnya memahami faktor genetik untuk menjelaskan mengapa beberapa orang memiliki jiwa wirausaha sedangkan lainnya tidak," kata Profesor Tim Spector dari RS St. Thomas di London.

Spector adalah direktur Unit Penelitian Anak Kembar di RS tersebut. Sekitar 10 ribu anak kembar telah berhasil didaftar dan dilibatkan dalam berbagai penelitian mengenai penyakit, kepribadian, dan kemampuan manusia.

Kali ini, Spector dan para ilmuwan di Imperial College London dan Case Western Reserve University di Cleveland menganalisis pengaruh genetik dan lingkungan pada pengusaha. Mereka melakukannya dengan cara membandingkan 609 pasangan anak kembar identik, yang memiliki gen relatif sama, dan 657 pasang anak kembar tidak identik.

Jumlah pengusaha di antara anak-anak kembar dengan pengusaha pada populasi secara keseluruhan relatif sama. Spector dan timnya menemukan, anak kembar identik cenderung mengembangkan kemampuan-kemampuan wirausaha yang mirip dibandingkan anak kembar tidak identik. Hal tersebut menunjukkan bahwa gen berpengaruh.

"Bukti menunjukkan bahwa faktor genetik memengaruhi berbagai aspek bisnis dari kepuasan kerja hingga keterampilan dan kualitas kerjanya," kata Spector. Para peneliti yakin gen memiliki pengaruh terhadap bentuk kepribadian dan kemampuan yang berperan untuk membentuk seseorang menjadi pengusaha. Temuannya dipresentasikan pada pertemuan di Sekolah Bisnis London.


Sumber: reuters
Penulis: Wah

Kualitas Sperma Dipengaruhi Umur

Kualitas Sperma Dipengaruhi Umur

Washington, Rabu


Kirim Teman | Print Artikel

ist
Kualitas sperma yang dihasilkan pria menurun seiring dengan betambahnya usia sehingga meningkatkan kemungkinan gagalnya pembuahan dan keturunan pendek/kerdil.


Menunda untuk memiliki anak mungkin sebaiknya dihindari, baik oleh pria maupun wanita. Sebab, tidak hanya wanita yang kesuburannya dibatasi umur, hasil penelitian terbaru menunjukkan, kualitas sperma juga semakin menurun seiring bertambahnya usia.

Semakin berumur, seorang pria semakin sulit menjadi ayah dan memiliki kemungkinan lebih besar menurunkan anak yang pendek/kerdil. Temuan ini dijelaskan Andrew Wyrobek dari Lawrence Livermore National Laboratory dan Brenda Eskenazi dari University of California, Berkeley pada edisi online Proceedings of the National Academy of Sciences.

Pengamatan yang dilakukan pada 97 pria berusia 22 hingga 80 tahun menunjukkan naiknya fragmentasi DNA pada sperma pria sebanding dengan umurnya. Pada penelitian sebelumnya, tim peneliti yang sama juga menemukan bahwa produksi sperma terus menurun dan menjadi tidak aktif seiring bertambahnya usia.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa pria juga memiliki jam biologis, hanya berbeda," kata Eskenazi. Menurutnya, tingkat kesuburan dan kemungkinan seorang pria menghasilkan keturunan yang sehat menurun secara bertahap namun tidak seekstrim wanita.

Batas biologis wanita telah diketahui sejak lama. Semakin lanjut usia seorang wanita, semakin besar risikonya melahirkan dan menghasilkan anak yang mengalami kelainan genetik, misalnya tekena sindrom Down.

Tidak seperti pada wanita, perubahan sperma pada pria tidak meningkatkan risiko sindrom Down pada keturunannya. Namun, pria yang berumur memiliki risiko lebih besar menurunkan anak yang kerdil serta berbagai kelainan genetik dan kromosom.

"Pria yang menunda kelahiran tidak hanya berisiko gagal memiliki keturunan, namun risikonya memiliki anak yang mengalami kelainan genetik juga meningkat," kata Wyrobek.


Sumber: AP
Penulis: Wah

Thursday, June 01, 2006

PENAWAR EFEK RUMAH KACA

Kutub Utara Dulunya Bersuhu Tropis

Jakarta, Kamis


Kirim Teman | Print Artikel
ist
Kutub Utara pada awalnya merupakan wilayah yang hangat namun berubah menjadi dingin sejak perkembangan paku-pakuan Azolla meledak sekitar 45 juta tahun lalu.

Berita Terkait:
• Kutub Utara Magnet Bumi Bergeser
• Daratan Es Greenland Semakin Berkurang
• Dasar Laut Kutub Utara Simpan Kehidupan Unik

Sekitar 55 juta tahun lalu, Kutub Utara mungkin bukan daerah beku seperti saat ini dan memiliki temperatur sehangat daerah tropis. Pendapat tersebut muncul setelah para ilmuwan mempelajari lapisan tanah yang diambil hingga kedalaman 400 meter dari dasar Laut Arktik.

Tim peneliti internasional menemukan bahwa wilayah paling utara di Bumi itu mengalami transformasi dari suatu daerah yang hijau menjadi daerah beku. Temuan ini dilaporkan dalam tiga makalah yang dimuat jurnal Nature.

Sebelumnya, pemahaman mengenai sejarah masa lalu Kutub Bumi masih sangat terbatas. Para ilmuwan kesulitan mengambil bukti-bukti dari wilayah yang bersuhu ekstrim dan hampir seluruhnya tertutup lapisan es.

Namun, sejak Ekspedisi Inti Arktik (Acex) diluncurkan pada 2004, para peneliti berhasil memperoleh sampel tanah dengan mengebor dasar Laut Arktik hingga kedalaman 400 meter.

Lapisan tanah dari zaman ke zaman terlihat dengan jelas dari dalam tabung silinder yang dipakai. Sampel lapisan tanah tersebut diambil dari Pegunungan Lemonosov yang memanjang sejauh 1.400 kilometer di dasar laut antara Siberia hingga Greenland.

Dengan mempelajari mineral dan fosil yang tersisa di setiap lapisan tanah, para peneliti dapat mempelajari sejarah wilayah tersebut. Bagian terbawah dari lapisan tersebut menunjukkan peristiwa yang terjadi di Arktik selama zaman Paleocene/Eocene yang bersuhu tinggi sekitar 55 juta tahun lalu.

Karakteristik tanah menunjukkan bahwa 55 juta tahun lalu, tidak ada es sedikit pun di permukaan Laut Arktik yang suhunya sekitar 18 derajat Celcius. Namun, peningkatan efek rumah kaca menaikkan suhunya hingga 24 derajat Celcius sehingga spesies alga tropis Apectodinium dapat hidup di perairannya.

"Periode ini berkaitan erat dengan efek rumah kaca besar-besaran yang melanda Bumi," kata Apply Sluijs, seorang paleontolog dari Universitas Utrecht, Belanda yang juga penulis utama salah satu makalah.

"Pada dasarnya, itu juga akan terjadi jika atmosfer Bumi mengandung gas rumah kaca dalam jumlah besar dan suhu Bumi akan meningkat sekitar 5 derajat Celcius," imbuh Sluijs. Kemungkinan terjadinya perubahan ini telah dipelajari secara global, namun Arktik mendapat perhatian lebih.

Dari bukti ini, suhu Arktik pada zaman Paleocene ternyata lebih tinggi dari perkiraan. Dengan pemodelan iklim, para ahli sebelumnya memprediksi bahwa suhu di wilayah tersebut 15 derajat Celcius lebih rendah.

Melawan efek rumah kaca

Pada makalah kedua, yang ditulis oleh Henk Brinkhuis, juga dari Universitas Utrecht, melaporkan bahwa Laut Arktik mengalami bentuk transformasi lainnya sekitar 50 juta tahun lalu. Perairan di sana berubah dari asin menjadi tawar dan mulai ditumbuhi jenis paku-pakuan bernama Azolla.

"Dengan pemodelan iklim, kami berasumsi bahwa pada awal periode Eocene terdapat pasokan air tawar ke perairan di sana dari hujan dan aliran sungai besar di Kanada dan Siberia," kata Profesor Brinkhuis. Pada akhirnya, lingkungan yang berubah menjadi cocok untuk perkembangan Azolla.

Ia yakin pertumbuhan jenis paku-pakuan secara besar-besaran akhirnya menyebabkan penurunan suhu di wilayah tersebut. Menurut Brinkhuis, ketika jumlahnya berlebih hingga memenuhi seluruh perairan, maka akan menyedor karbon dioksida besar-besaran dari atmosfer.

Mekanisme ini merupakan bentu kebalikan dari efek rumah kaca. Ia berpendapat mulai saat itulah perlahan-lahan terjadi perubahan dari lingkungan yang hangat menjadi sangat dingin.

"Lima ratus ribu tahun setelah Azolla ditemukan, kami menemukan batuan yang pertama," kata Brinkhuis yang juga penulis utama makalah ketiga tentang susunan lapisan es di Arktik. Batuan-batuan ini merupakan sejenis dengan yang ditemukan di pulau es, pegunungan es, dan perairan beku. Jadi, mungkin saat itu sudah cukup dingin untuk terbentuk es.

Sebelumnya, es di belahan Bumi utara diperkirakan terbentuk sejak tiga juta tahun lalu. Namun, bukti batuan menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin telah terjadi setidaknya sejak 45 juta tahun lalu.

Perbedaan antara temuan langsung dengan hasil pemodelan iklim menggugah para peneliti untuk mempelajari sejarah Bumi lebih dalam. Jika temuan ini benar dan meyakinkan, pemodelan iklim harus direvisi agar prediksi perubahan iklim di masa mendatang lebih akurat.

Thursday, May 18, 2006

Diet Kalori Memperpanjang Umur?

Diet Kalori Memperpanjang Umur?

Jakarta, Kamis


Kirim Teman | Print Artikel


Untuk memperpanjang usia hidup, jangan makan terlalu banyak mungkin menjadi saran yang patut dipertimbangkan. Meskipun belum dapat dipastikan, penurunan aktivitas hormon pertumbuhan mungkin menjadi kuncinya panjang umur.

Dugaan ini muncul setelah Andrezej Bartke dan koleganya di Southern Illinois University, Springfields, AS melakukan percobaan terhadap tikus normal dan tikus yang dimutasi agar hormon pertumbuhannya tidak aktif. Setengah dari kedua kelompok tikus diberi makanan sesuai keinginannya. Sedangkan, setengah tikus lainnya diberi makanan yang mengandung kalori 30 persen lebih rendah.

Sesuai dugaan, tikus-tikus normal, yang mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori 30 persen lebih rendah, hidup lebih lama. Tikus-tikus tersebut bertahan antara 20 hingga 30 persen lebih lama daripada tikus normal yang banyak mengonsumsi makanan.

Begitu pula dengan tikus yang dimodifikasi sehingga tidak memiliki reseptor hormon pertumbuhan. Tikus-tikus yang diberi makan berkalori rendah dapat hidup lebih lama daripada yang mengonsumsi makanan dengan bebas.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa pembatasan kalori juga menyebabkan efek yang melemahkan hormon pertumbuhan. Meskipun demikian, jika kedua cara dilakukan bersama-sama, bukan berarti menyebabkan umur jauh lebih panjang.

Tikus mutasi yang menjalani diet kalori memiliki usia yang hampir sama dengan tikus normal yang juga melakukannya. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences.

"Kerja hormon pertumbuhan tentu ada hubungannya dengan pembatasan kalori dan bertambahnya usia," kata Bartke. Insulin mungkin ikut berperan di sini.

Sebab, kedua kelompok tikus yang memiliki usia panjang sama-sama lebih sensitif terhadap insulin. Kekurangan insulin merupakan faktor risiko penyebab beberapa masalah kesehatan, misalnya diabetes, atherosklerosis, dan kanker. Kecenderungan sebaliknya itulah yang mungkin justru menguntungkan.


Sumber: NewScientist.com
Penulis: Wah

Thursday, May 11, 2006

JENIS BAHAN BAKU BIODIESEL

BUMN Harus Manfaatkan Bahan Bakar Nabati
Jakarta, Kamis

Kirim Teman Print Artikel
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta lebih hemat energi dengan memanfaatkan sebesar-besarnya bahan bakar nabati (biofuel) sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Permintaan ini disampaikan Menteri Negara BUMN, Sugiharto di Jakarta, Rabu (10/5).
"Jangan lagi mudah menaik-naikkan tarif; Karena dengan menaikkan tarif, social political cost-nya sangat tinggi," kata Sugiharto dalam sambutannya pada acara penandatanganan naskah nota kesepahaman (MOU) antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan sejumlah BUMN. BPPT segera melakukan kerja sama pengkajian dan penerapan teknologi minyak nabati sebagai bahan bakar alternatif di PT PLN, PT Perkebunan Nusantara VII, PT Pindad dan PT Kereta Api Indonesia.
Kerja sama dengan PLN lebih pada uji coba pemanfaatan biodiesel di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dimiliki PLN. Kerja sama dengan PT KAI lebih pada pemanfaatan biodiesel pada lokomotif kereta api diesel dan mesin pembangkit listrik PT KAI.
Sedangkan, kerja sama dengan PT Pindad dan PT Perkebunan Nusantara VII lebih pada kerja sama pengembangan sumber daya manusia dalam biofuel dan teknologi penyulingan minyak sawit sebagai energi alternatif.
Salah satu keuntungan penghematan BBM dengan bahan bakar nabati adalah menekan beban masyarakat. Sugiharto mencontohkan, PLN bisa memilih cara menghilangkan biaya yang tidak efisien dengan mengganti penggunaan BBM yang saat ini harganya terus meroket dengan energi alternatif yang lebih murah.
Dengan demikian, PLN sebagai BUMN terbesar dengan aset lebih dari Rp 220 triliun tidak perlu melakukan penyesuaian Tarif Dasar Listrik (TDL) dalam jangka panjang. Kebijakan menaikkan harga TDL hanya akan menambah beban masyarakat mengingat kondisi daya belinya yang masih minim.
Sumber melimpah
"Sangatlah bagus jika Indonesia mulai meniru Brasil yang 95 persen kendaraan di negaranya sudah memanfaatkan minyak nabati untuk digunakan bersama BBM, apalagi Indonesia juga seperti Brasil yang keduanya memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi," ujar Sugiharto.
Menurutnya, Indonesia memiliki 11 juta metrik ton Crude Palm Oil (CPO) yang sebagiannya bisa digunakan untuk energi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada BBM. Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Pertamina sebagai BUMN nomor dua terbesar yang asetnya mencapai Rp120 triliun juga segera melakukan kerja sama pemanfaatan biofuel.
Sementara itu, Kepala BPPT Said Djauharsjah Jenie, mengatakan, kerja sama dengan berbagai BUMN menunjukkan komitmen pemerintah untuk lebih banyak melakukan efisiensi energi yang di antaranya mulai menggantikan BBM dengan energi alternatif.
"Saat ini, BPPT sedang mengkaji semua bahan baku nabati yang bisa dimanfaatkan sebagai biofuel dan kami optimis pasokan ke depan akan terjamin. Untuk saat ini BPPT telah memproduksi 1.500 liter biofuel per hari," katanya. Setidaknya terdapat 60 jenis tanaman yang potensial menjadi sumber energi alternatif pengganti BBM.
"Dari mulai CPO (crude palm oil atau minyak sawit mentah), jarak pagar, singkong, sagu, tebu, sampai buah ’nyamplung’ (kosambi) bisa dimanfaatkan sebagai pengganti BBM," kata Menristek Kusmayanto Kadiman saat Peluncuran Pemakaian Bahan Bakar Nabati secara langsung (Pure Plant Oil/PPO) sebagai Bahan Bakar Alternatif oleh BPPT sehari sebelumnya. Menurutnya, BPPT sedang mengkaji bahan baku mana yang palign efisien untuk dikembangkan.
Sumber:
Ant
Penulis:
Wah

Tuesday, April 04, 2006

Lensa Elektronik Dapat Diatur Fokusnya

Lensa Elektronik Dapat Diatur Fokusnya
Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
Ist
Kristal cair dapat dijadikan lensa yang dapat diatur fokusnya dengan mengubah tegangan elektroda-elektroda yang dihubungkan dengannya

Lensa alami yang terdapat di mata berguna untuk mengarahkan cahaya agar selalu fokus di retina yang terletak di bagian belakang bola mata. Jika mata tidak dapat melakukannya dengan baik, kacamata digunakan untuk membantu proses pembiasan tersebut.
Namun, seberapa baik atau kuat lensa melakukan pembiasan tergantung pada ketebalan dan kecekungannya. Bahkan beberapa orang yang telah mengalami gangguan penglihatan harus menggunakan lensa bifokal. Hadirnya dua lensa dalam satu kacamata ini dibutuhkan untuk menyesuaikan kebutuhan melihat, jarak jauh atau jarak dekat.
Pengguna kacamata bifokal yang mengubah pandangannya dari jarak dekat ke jarak jauh akan mengalami perubahan yang kadang-kadang mengganggu. Selain itu, apabila kemampuan mata menurun, diperlukan lensa baru untuk menyesuaikan.
Baru-baru ini, Guaqiang Li dan Nasser Payghambarian dari Universitas Arizona, AS berusaha mengatasi kelemahan-kelemahan lensa konvensional dengan memperkenalkan lensa elektronik. Lensa ini dapat diatur fokusnya dan memiliki bentuk yang mendatar. Sebab, lensa tersebut pada dasarnya adalah sebuah lapisan kristal cair yang diletakkan di antara dua lapisan kaca tipis.
Di bagian permukaan dalam kaca diletakkan elektroda-elektroda transparan yang disusun melingkar dari luar ke dalam seperti bentuk target panahan. Dengan mengatur tegangan listrik di setiap elektroda, mereka dapat mengubah sifat-sifat kristal sehingga menghasilkan fokus yang diinginkan.
Perubahan tegangan di salah satu elektroda akan mengubah kecepatan cahaya menembus lensa. Oleh karena itu, cahaya yang melalui lingkaran-lingkaran yang berbeda dapat disesuaikan satu sama lain. Artinya, kaca dan kristal cair dapat bekerja sebagai lensa. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam Proceedings of National Academy of Sciences.
Sebuah lensa yang dapat diubah-ubah fokusnya mungkin suatu saat dapat menggantikan lensa bifokal (fokus ganda) yang dipakai sekarang. "Teknologi ini dapat dikombinasikan dengan lensa standar agar salah satu lensa bisa dikuatkan fokusnya ketika sumber listriknya aktif," kata Li. Selain itu, lanjut Li, pengguna lensa ganda tidak perlu mengalami perubahan mendadak saat melihat jarak jauh ke dekat atau sebaliknya.
Suatu ketika, teknologi ini mungkin dapat dikembangkan untuk membuat lensa yang ditanam di mata.
Sumber:
Science/bbc.co.uk
Penulis:
Wah

Mengapa Laba-laba Tidak Memuntir Saat Menggantung?

Mengapa Laba-laba Tidak Memuntir Saat Menggantung?
Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Laba-laba tetap kokoh di ujung benangnya yang anti-puntir.

Laba-laba begitu cekatan meluncur dari sarangnya dengan sehelai benang sutera yang dihasilkan tubuhnya sendiri. Saking gesitnya, hewan berkaki delapan tersebut hampir tidak pernah memuntir saat badannya menggantung pada benang tersebut.
Mengapa demikian? Setelah diteliti, benang tipis yang terkenal sangat kuat itu ternyata mengandung struktur molekul yang stabil sehingga tidak mudah memuntir.
Untuk mengukur kekuatannya, para peneliti mencoba menggantungkan sebuah benda yang beratnya sama dengan berat tubuh laba-laba jenis Araneau diadematus. Mereka memuntir benda yang digantung di ujung benang sekitar 90 derajat lalu melepaskannya.
Kemudian diukur berapa lama benda tersebut kembali ke posisi semula. Hal tersebut dilakukan juga menggunakan jenis benang yang berbeda-beda.
Salah satu jenis benang yang digunakan adalah serat Kevlar. Meskipun dapat digunakan untuk membuat rompi antipeluru, benang jenis ini tidak punya kemampuan menahan puntiran.
Sedangkan benang lembut dari bahan tembaga metalik dapat menahan puntiran dengan baik. Benda yang digantung hampir tidak memuntir setelah diputar. Namun, benang tembaga menjadi rapuh setelah dipuntir beberapa kali.
Urusan tidak memuntir, benang laba-laba ternyata bahan yang paling baik. Benang yang dihasilkan spesies A. diadematus itu tidak memuntir sebaik serat tembaga, namun jauh lebih kuat.
Pengamatan di bawah mikroskop menunjukkan bahwa konfigurasi molekul benang laba-laba dapat membentuk memori. Artinya, benang dapat benar-benar kembali ke bentuk semula ketika mengalami perubahan karena bergerak atau menekuk.
Sifat-sifat ini menguntungkan bagi laba-laba. Puntiran benang dapat memicu ayunan yang menghambat gerakan laba-laba saat menangkap mangsa atau menghindari musuhnya. "Laba-laba sebaiknya tidak berayun saat turun karena pada saat itulah ia lebih mudah diserang predator," kata penelitinya Olivier Emile dari Universitas Rennes, Prancis.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

Rahasia Otak Anak Cerdas

Rahasia Otak Anak Cerdas
Jakarta, Selasa

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Bagian perfrontal cortex otak anak cerdas lebih cepat menebal dan tahan lama.

Anak yang cerdas tidak membutuhkan otak lebih besar dari kawan-kawannya. Tapi, bagian otaknya yang mengatur cara berpikirnya lebih berkembang saat beranjak dewasa.
Saat anak-anak tumbuh, lapisan terluar otak yang disebut cortex menebal dan menipis seiring bertambahnya neuron-neuron yang terbentuk. Yang tidak diperlukan akan mati agar otaknya efisien.
Lapisan cortex pada anak-anak yang memiliki IQ tinggi lebih cepat menebal dan lebih tahan lama dibandingkan anak-anak lain dengan kecerdasan rata-rata. Hasil penelitian dengan teknik pemindaian otak ini dilaporkan dalam jurnal Nature edisi 30 Maret.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati otak dari 307 anak menggunakan magnetic resonance imaging (MRI). Pengamatan dilakukan di beberapa area otak sepanjang masa perkembangan anak-anak antara usia 6 hingga 20 tahun. Hampir semuanya diamati dua kali dengan selang waktu sekitar dua tahun.
Pengukuran tingkat kecerdasannya dilakukan dengan tes IQ Wechsler melalui materi ujian pengetahuan verbal dan non-verbal serta pola pikir. Mereka dipilah-pilah berdasarkan nilai yang diperoleh dalam kelompok superior (dengan nilai 121 hingga 145), tinggi (109 hingga 120), dan rata-rata (83 hingga 108).
Hasil pemindaian menujukkan, lapisan cortex pada anak yang paling cerdas pada usia 7 tahun, misalnya, tidak kunjung menipis hingga usia 12 tahun. Padahal, menipisnya cortex pada anak-anak dengan IQ rata-rata umumnya mencapai puncaknya pada usia 8 tahun dan akan terus terjadi sedikit demi sedikit sesudahnya.
Lapisan cortex pada anak-anak yang cerdas juga menipis dengan cepat pada usia remaja. Menurut para peneliti, kecenderungan ini menggambarkan perkembangan rangkaian otak dalam jangka panjang.
"Hal tersebut mungkin terjadi untuk mengesampingkan koneksi informasi yang tidak dibutuhkan otak agar efisien," kata pimpinan penelitiannya Philip Shaw dari National Institute of Mental Health (NIMH).
"Orang yang cerdas cenderung memiliki cortex yang cerdas juga," kata Shaw.
"Bagian otak yang paling berbeda perubahannya adalah pengatur cara berpikir kompleks," kata Shaw menambahkan.
Perubahan yang berbeda banyak terlihat di daerah prefrontal cortex. Area ini berfungsi mengatur cara berpikir dan fungsi kognitif tingkat tinggi lainnya.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

Monday, April 03, 2006

Penggunaan Ponsel Meningkatkan Resiko Tumor Otak

Penggunaan Ponsel Meningkatkan Resiko Tumor Otak
Stockholm, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist
Penelitian terbaru di Swedia menyimpulkan bahwa ada hubungan antara penggunaan ponsel dengan resiko meningkatnya tumor otak
Berita Terkait:
Ponsel Tidak Meningkatkan Risiko Kanker Otak
Ponsel Bisa Tingkatkan Risiko Tumor
Ponsel Lama Sebabkan Kanker Otak?
Walau masih menjadi perdebatan sengit, namun penelitian terbaru di Swedia menyatakan bahwa penggunaan telepon selular (ponsel) dalam waktu lama bisa meningkatkan resiko munculnya tumor otak.
Tahun lalu, Dutch Health Council, dalam suatu telaah terhadap berbagai riset di seluruh dunia, tidak menemukan bukti adanya bahaya yang ditimbulkan radiasi ponsel atau pemancar televisi. Sedangkan survey selama empat tahun dari Inggris yang diumumkan Januari lalu menyatakan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dengan tumor-tumor yang paling sering muncul. Meski begitu, para peneliti dari Institut Nasional Swedia mengatakan, mereka telah meneliti penggunaan ponsel pada 905 orang berusia antara 20 dan 80 yang didiagnosa memiliki tumor otak, dan menemukan hubungan keduanya.
"Secara keseluruhan, 85 dari 905 kasus ini berkaitan dengan penggunaan ponsel dalam waktu lama," demikian ditulis dalam laporan penelitian. "Study juga menunjukkan bahwa peningkatan resiko ini lebih terlihat pada sisi kepala yang sering dipakai untuk menelpon."
Kjell Mild, pimpinan penelitian, berdasarkan studynya menyimpulkan, pengguna berat ponsel, seperti orang-orang yang melakukan panggilan telpon hingga 2.000 jam dalam hidupnya, memiliki peningkatan resiko tumor hingga 240 persen di sisi otak yang dipakai menelpon.
"Salah satu cara untuk menekan resiko itu adalah dengan menggunakan handsfree," katanya.
Perlu dijadikan catatan di sini bahwa berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan ponsel bisa meningkatkan resiko kanker. Namun hasil penelitian terbagi menjadi dua kubu. Satu menganggap pemakaian ponsel bisa meningkatkan resiko terkena tumor otak, sedang yang lain tidak melihat ada hubungan antara dua hal tersebut.
Sumber:
reuters
Penulis:
Wsn

Video Game Membantu Memerangi Kanker

Video Game Membantu Memerangi Kanker
Los Angeles, Senin

Kirim Teman Print Artikel
Saif Azar, seorang penggemar permainan video game berusia 14 tahun, mengaku permainan video baru berjudul "Re-Mission" telah membantunya memerangi kanker dengan cara memberinya pengetahuan dan "strategi tempur."
"Permainan ini membantu saya mengetahui hal-hal yang terjadi di tubuh saya," kata Azar, pengidap kanker lymphoma Hodgkin yang mulai memainkan video game sebagai bagian dari penelitian klinis guna membantu pasien menyembuhkan dirinya dari kanker. Roxxi, karakter utama dalam permainan "Re-Mission" adalah nanobot atau robot berukuran nano yang pemberani dan dilengkapi berbagai jenis senjata untuk mencari dan memusnahkan sel-sel kanker dalam tubuh.
HopeLab, pencipta permainan tersebut, mengatakan hasil study ilmiah yang melibatkan 375 remaja di 34 pusat kesehatan AS, Kanada, dan Australia, menunjukkan bahwa orang-orang yang memainkan "Re-Mission" cenderung lebih memperhatikan dan patuh pada pengobatan mereka dibanding yang tidak.
HopeLab yang bermarkas di Palo Alto, California, adalah organisasi nirlaba yang membantu orang-orang menghadapi penyakit kronis. Organisasi ini didirikan tahun 2001 oleh Pamela Omidyar, istri pendiri eBay Inc., Pierre Omidyar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa game itu membantu dan mendorong pemain menghadapi tantangan yang ditimbulkan penyakit mereka, dan membuat mereka lebih mau berobat, sehingga lebih cepat sembuh, kata Presiden HopeLab, Pat Christen.
Game PC itu telah tersedia luas, dan diberikan secara gratis bagi remaja yang didiagnosa menderita kanker.
Sumber:
reuters
Penulis:
Wsn

Orang Berusia Lanjut Berisiko Mati Kesepian

Orang Berusia Lanjut Berisiko Mati Kesepian
Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Kesepian tidak baik bagi kesehatan.
Kesepian dapat berujung pada kematian. Menurut para peneliti, rasa kesepian mungkin dapat memicu naiknya tekanan darah dan berdampak buruk bagi kesehatan sebagai penyebab kematian seseorang. Tapi, risiko ini baru terlihat muncul pada orang-orang yang berusia lanjut usia.
Penelitian ini dilakukan di Universitas Chicago terhadap pria dan wanita yang berusia antara 50 hingga 68 tahun. Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychology and Aging menunjukkan bahwa mereka yang merasa kesepian juga memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada yang tidak kesepian.
Orang yang kesepian rata-rata memiliki tekanan darah sekitar 30 kali lipat lebih tinggi daripada orang yang tidak kesepian. Padahal, tekanan darah tinggi adalah faktor utama penyebab penyakit jantung, penyebab kematian pertama di banyak negara industri dan menempati urutan kedua di AS.
Penelitinya Richard Suzman dari National Institute of Aging menyatakan terkejut melihat hubungan yang jelas antara perasaan kesepian dan tekanan darah tinggi. Ia dan para para peneliti lainnya memang membedakan kesepian dengan depresi, umur, jender, berat, konsumsi alkohol, merokok, stres, dan faktor lainnya.
Kesepian ini benar-benar menggerogoti tubuh Anda. Penelitian menunjukkan, kesehatan yang memburuk karena pengaruh kesepian ini semakin besar dengan bertambahnya usia. Selain itu, kesepian berdampak lebih buruk bagi tekanan darah daripada faktor psikologi atau sosial lainnya.
Naiknya tekanan darah sebesar turunnya tekanan darah karena latihan olahraga dan diet menurunkan berat badan. "Sebanding dengan efek baiknya bagi kesehatan yang sering disarankan, seperti olahraga untuk mengendalikan tekanan darah," kata Hawkley.
Menurut peneliti lainnya, John T. Cacioppo, orang yang kesepian selalu merasa dalam kondisi tertekan dan terancam bukannya tertantang. Mereka juga bertindak pasif dan menghindari segala bentuk tekanan, bukannya mencoba memecahkan masalah tersebut.
Penderita kesepian yang telah melalui usia lanjut juga cenderung memiliki masalah alkohol, depresi, sistem kekebalan menurun, sulit tidur, dan keinginan bunuh diri. Sebelumnya, para psikolog menganggap hubungan kesepian dengan gangguan kesehatan dan fungsi tubuh hanyalah respons tekanan yang umum. Namun, hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan dampak tersendiri.
Sebagai gambaran, sekitar seperlima penduduk AS didera kesepian. Mereka merasa tidak bahagia, tertekan, tidak punya teman, dan dihindari orang-orang di sekitarnya. Saat ini, semakin banyak orang yang cenderung hidup sendirian dan jauh dari teman serta kerabatnya.
Agar tekanan darah dapat diturunkan dan serangan jantung dapat dicegah, memelihara persahabatan, pernikahan, atau sekadar bercengkerama dengan pasangan mungkin dapat membantu. Pada penelitian selanjutnya, para ilmuwan akan memastikan apakah kesepian menyebabkan tekanan darah tinggi atau sekadar saling berhubungan saja.
Sumber:
LiveScience.com
Penulis:
Wah

’Partikel Hantu’ Memiliki Massa

’Partikel Hantu’ Memiliki Massa
Jakarta, Senin

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Detektor neutrino di Fermilab.
Para fisikawan memastikan bahwa neutrino memiliki massa. Ini dipastikan berdasarkan penelitian menggunakan mesin Main Injector Neutrino Oscillation Search (Minos) yang terletak di AS.
Neutrino diyakini sebagai partikel yang memainkan peranan penting di awal pembentukan alam semesta. Namun, sifat-sifatnya belum banyak diketahui oleh para ilmuwan.
Neutrino sering disebut partikel hantu karena dapat menembus tanah dan mengambang di udara. Ia dapat bergerak dari perut Bumi ke atmosfer tanpa berinteraksi dengan partikel lainnya. Sifat inilah yang membuat neutrino sulit dideteksi.
Ada tiga jenis neutrino yang dibedakan oleh para ilmuwan, yaitu muon, tau, dan elektron. Untuk mempelajarinya, para peneliti membuat neutrino jenis muon dalam mesin pendorong partikel di Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab), Illinois, AS.
Partikel-partikelnya dalam intensitas tinggi ditembakkan melalui detektor partikel di Fermilab. Kemudian, partikel juga ditembakkan ke detektor yang berada pada sebuah bekas pertambangan di Soudan, AS berjarak 724 kilometer dari Fermilab.
"Karena mereka jarang sekali berinteraksi dengan materi, kami dapat menembakkannya lurus menembus Bumi dan semuanya akan melaluinya tanpa hambatan," kata Dr. Lisa Falk Harris, seorang ahli fisika partikel di Univesitas Sussex yang juga anggota peneliti di Minos.
Menghilang
Meskipun demikian, para peneliti memastikan bahwa lebih sedikit partikel yang terdeteksi di Soudan daripada partikel yang dikirimkan. Apakah ini berarti mereka menghilang? "Apa yang mereka lakukan adalah berubah menjadi neutrino jenis lain," kata Falk Harris.
Menurut para ilmuwan, proses perubahan ini dapat terjadi melalui osilasi. Untuk melakukan perubahan dengan proses tersebut, secara teori fisika, partikel harus memiliki massa. "Faktanya, kami tidak melihatnya lagi dan mereka melakukan proses perubahan ini, artinya mereka pasti memiliki massa," imbuh Falk Harris.
Ini merupakan kesimpulan pertama yang dibuat selama percobaan Minos. Penelitian yang dipimpin fiskawan Jepang itu melibatkan para ilmuwan dari 32 lembaga penelitian dari enam negara.
Pada awalnya, menghilangnya neutrino berhasil diamati oleh para peneliti Jepang dalam percobaan K2K pada tahun 2002. Pada saat itu, mereka menembakkan neutrino muon ke detektor yang berjarak 240 kilometer.
Bukti-bukti yang menguatkan bahwa neutrino memiliki massa berdampak pada teori fisika pertikel. "Pada fisika partikel terdapat model standar yang menggambarkan bagaimana komponen pembentuk materi bekerja dan berinteraksi satu sama lain," kata Falk Harris. Model ini, lanjut Falk Harris, menyatakan bahwa neutrino seharusnya tidak memiliki massa.
Padahal dari pengukuran neutrino secara langsung menunjukkan bahwa pertikel tersebut pasti memiliki massa. Artinya, model standar harus direvisi atau diganti dengan model baru.
"Berbagai pengamatan menunjukkan terdapat lebih banyak materi bermassa di alam semesta yang tidak terlihat," kata Profesor Jenny Thomas, anggota tim peneliti Minos dari University College London. "Kita dikelilingi neutrino, bahkan pada setiap centimeter kubik terdapat ratusan," lanjut Thomas.
Ke depan, temuan ini mungkin juga dapat dikembangkan untuk menjelaskan fenomena menghilangnya massa di alam semesta. Hal tersebut mungkin dapat memecahkan misteri pembentukan materi dan mengapa banyak antimateri di alam semesta yang menghilang.
Sumber:
bbc.co.uk
Penulis:
Wah

Thursday, March 02, 2006

Menjadikan Styrofoam Ramah Lingkungan

Menjadikan Styrofoam Ramah Lingkungan
Jakarta, Kamis

Kirim Teman Print Artikel
ist.
Sampah styrofoam dapat diuraikan menjadi plastik ramah lingkungan oleh bakteri Pseudomonas putida.

Bakteri ada di mana-mana. Diam-diam mereka bekerja menghancurkan selulosa, mencerna sisa-sisa makanan, atau mengikat nitrogen di dalam tanah.
Selain itu, dengan perkembangan bioteknologi, beberapa turunan bakteri tertentu juga dimanfaatkan untuk membersihkan minyak yang tumpah di laut hingga menangkap gambar beresolusi tinggi layaknya fungsi retina.
Baru-baru ini, para ahli biologi di University of College Dublin, Irlandia, menemukan turunan bakteri Pseudomonas putida, yang biasa ditemukan di dalam tanah, memakan minyak styrene murni dan mengubahnya menjadi plastik yang ramah lingkungan. Minyak yang merupakan hasil pemanasan styrofoam pada suhu tinggi itu mencemari tanah karena sulit terdegradasi di alam.
Kevin O’Connor dan koleganya mengubah polystyrene menjadi minyak melalui pyrolysis, yaitu memanaskan plastik turunan minyak bumi dengan suhu 520 derajat Celcius tanpa melibatkan oksigen. Pemanasan tersebut menghasilkan cairan yang terdiri atas minyak styrene sebesar lebih dari 80 persen dan sisanya berupa cairan racun lainnya.
Para peneliti kemudian memberikan cairan ini kepada salah satu turunan bakteri, Pseudomonas putida CA-3. Pada awalnya, mereka berharap bakteri akan memurnikan styrene dari larutan. Namun, bakteri justru sangat menikmati menu makan barunya ini dan mengubah 64 gram styrene campuran untuk menghasilkan sekitar 3 gram bakteri baru.
Dalam proses ini, bakteri menyimpan 1,6 gram energi minyak styrene dalam bentuk plastik biodegradable (dapat terurai di alam) yang disebut polyhydroxyalkanoate atau PHA. Selain musnah jika dibakar, plastik jensi ini juga mudah terurai di alam.
Namun, proses biologi yang dilakukan bakteri menghasilkan produk sampingan yang masih beracun, yaitu toluene. Meskipun demikain, temuan ini membawa harapan baru karena menunjukkan bahwa styrofoam dan milekul polystyrene yang menyusunnya dapat diubah menjadi ramah lingkungan.
Styrofoam adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan yang besar. Di AS saja, styrofoam sekitar 3 juta ton diproduksi pada 2000 dan 2,3 juta di antaranya dibuang ke lingkungan. "Prinsip dalam proses tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendaur ulang sampah plastik dari turunan minyak bumi," kata para peneliti yang melaporkan temuannya dalam Environmental Science and Technology edisi 1 April.
Sumber:
sciam.com
Penulis:
Wah

Awal dari teknologi hologram

Plasma Laser Tampilkan Gambar 3D di Udara
Jakarta, Jumat

Kirim Teman Print Artikel
ist
Menggunakan sistem motor, lensa, dan cermin galvanometrik para peneliti membentuk titik mengambang (putih) di sekitar titik api laser.

Para peneliti Jepang berhasil menampilkan citra tiga dimensi (3D) di udara layaknya hologram yang digambarkan dalam berbagai film fiksi. Keberhasilan ini adalah hasil kerjasama antara Institute Nasional Sains dan Teknologi Industri Mutakhir Jepang (AIST), Universitas Keio, dan Burton Inc.
Tidak seperti kesan 3D di monitor dua dimensi, yang terlihat demikian karena perbedaan binocular mata manusia, citra 3D ini tersusun dalam bentuk rangkaian titik cahaya mengambang dari sebuah perangkat berbasis laser. Meskipun demikian, keterbatasan daya pandang mata manusia dan batasan fisik karena kesalahan pembentukan citra virtual membuatnya belum begitu sempurna.
Perangkat tersebut menggunakan fenomena emisi plasma dekat titik api yang dibentuk oleh laser yang difokuskan. Dengan mengendalikan posisi titik api titik fokus dalam sumbu x (panjang), y (lebar), dan z (tinggi), citra 3D di udara dapat ditampilkan.
Peneliti Universitas Keio dan Burton Inc. menyatakan, ketika sinar laser difokuskan, emisi plasma yang berpendar akan terbentuk di dekat titik apinya. Mula-mula, mereka mencoba mengembangkan alat untuk menampilkan gambar dua dimensi di udara. Gambar tersebut disusun oleh rangkaian titik yang dihasilkan dengan teknik kombinasi pancaran laser dan cermin galvanometrik.
Sebab, untuk membentuk gambar 3D di udara, diperlukan pengaturan arah sepanjang sumbu sinar yang lebih rumit. Selain itu, diperlukan juga kualitas laser yang lebih baik serta variasi posisi titik api yang lebih banyak. Itulah sebabnya, mengapa untuk menampilkan gambar 3D di udara tidak mudah.
Apa yang dilakukan para peneliti untuk menampilkan citra 3D adalah memodifikasi gambar dua dimensi dengan sistem motor linier dan pulsa inframerah berkualitas tinggi dan tajam. Dengan demikian, dapat terbentuk gambar 3D mengambang yang tersusun dari rangkaian titik api.
Sistem motor linier dapat membuat variasi posisi titik api dengan cara memindai sebuah lensa yang diletakkan di sekelilingnya. Dengan alat ini, pembentukan gambar di sumbu z mungkin dilakukan. Sedangkan, untuk gambar pada arah sumbu x dan y, digunakan cermin galvanometrik biasa.
Laser berkualitas tinggi yang terbentuk dari pengulangan pulsa pada frekuensi sekitar 100 hertz menghasilkan plasma yang dapat dikontrol dengan sangat teliti. Dengan demikian, akan terbentuk gambar yang tajam dan jarak gambar dengan sumber laser dapat ditambah beberapa meter.
Emisi laser membutuhkan waktu sekitar satu nanodetik atau 1000 mikrodetik. Alat tersebut menggunakan sebuah pulsa untuk membentuk sebuah titik. Mata manusia sendiri baru dapat melihat bentuk rangkaian minimal 100 titik perdetik. menggunakan software, pulsa-pulsa tersebut dapat diatur dan dikendalikan untuk menghasilkan berbagai bentuk tiga dimensi.
Sumber:
physorg.com
Penulis:
Wah